Nelayan minta batu penahan ombak tak ganggu aktivitas mereka

id batu penahan ombak ,Abrasi Pantai,Nelayan Pesisir Selatan,Berita Pesisir Selatan

Nelayan minta batu penahan ombak tak ganggu aktivitas mereka

Abrasi pantai di Kampung Ujung Air, Nagari Amping Parak. (ANTARA / Didi Someldi Putra)

​​​​​​​Painan  (ANTARA) - Sejumlah nelayan di Kampung Ujung Air, Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat berharap rencana pemasangan batu penahan ombak di daerah setempat tidak mengganggu aktivitas mereka.

"Kami berharap pemasangan batu penahan ombak disegerakan sehingga pantai kami aman dari abrasi, kendati demikian kami berharap pemasangannya tidak mengganggu aktivitas kami sebagai nelayan," kata nelayan setempat, Peren (48) di Painan, Kamis.

Ia mengatakan saat ini sebagian dari nelayan setempat masih menggunakan pukat tepi untuk menangkap ikan, dan sebagian lagi menunggakan perahu berukuran kecil yang mesti disandarkan ke daratan setelah melaut seharian.

"Aktivitas kami sebagai nelayan tradisional masih bergantung pada bibir pantai, sehingga kami berharap pemasangan batu jeti juga memperhatikan hal tersebut," katanya lagi.

Sebelumnya, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyebutkan upaya pencegahan abrasi pantai di kampung Ujung Air, Kecamatan Sutera mencapai Rp5 miliar dan segera direalisasikan.

Menurutnya proyek tersebut baru akan ditender namun karena situasi mendesak pihaknya mendorong agar dialihkan menjadi kegiatan tanggap darurat bencana sehingga pelaksanaannya bisa dipercepat.

Terkait hal itu, sebutnya pejabat dari Balai Besar Sungai wilayah V Sumatera Barat menyanggupi dan kegiatan akan dimulai secepatnya.

Anggaran Rp5 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun batu penahan ombak sepanjang 700 meter di lokasi.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar