Jalan tak mulus Persib di Pakansari, dua pemain terluka terkena lemparan batu

id Persib bandung, kericuhan persib, tira persikabo, shoppe liga 1

Jalan tak mulus Persib di Pakansari,  dua pemain terluka terkena lemparan batu

Pemain tengah Persib Bandung Omid Nazari mendapat balutan perban akibat terkena lemparan batu usai pertandingan melawan Tira Persikabo di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/9). ANTARA/HO/Instagram Persib

Jakarta (ANTARA) - Dua pemain Persib Bandung Omid Nazari dan Febri Hariyadi mengalami luka di sekitar pelipis akibat terkena lemparan batu dari sekelompok orang tak dikenal.

Peristiwa itu terjadi seusai pertandingan melawan Tira Persikabo di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu malam.

Penyerangan dari sekelompok massa tak dikenal itu dilakukan di gerbang tol Sentul ketika tim akan kembali pulang ke Bandung.

Omid Nazari mengalami luka cukup serius, bahkan ia harus dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penangan medis.

"Sobekan cukup dalam, ini harus segera dijahit," kata dokter tim Persib, Raffi Ghani seperti dikutip dalam situs resmi klub.



Sementara Febri Hariyadi seperti dalam unggahan Instagram resmi Persib, pelipisnya mengeluarkan darah.

Pemain Persib lainnya, Erwin Ramdhani, sempat menyaksikan kejadian tersebut. Menurutnya ada sekelompok massa yang telah menunggu kedatangan bus Persib dan langsung melakukan penyerangan.

"Ada orang pakai baju atau jaket abu-abu. Dia nunggu di trotoar sebelah kanan. Saya lihat pas dia lempar dan lari setelah melempar batunya," ujar Erwin.

Sebelumnya, rombongan Persib pun sempat tertahan di dalam Stadion Pakansari Bogor selama lebih satu jam. Sebab, pihak panitia pelaksana pertandingan memberikan informasi jika tengah terjadi bentrokan di luar Stadion Pakansari.

Dalam pertandingan itu, Tira Persikabo dan Persib Bandung harus puas berbagi satu angka setelah bermain imbang 1-1. Tira Persikabo sempat unggul lebih dulu lewat Osas Saha melalui titik putih di babak pertama. Gol balasan Persib dicetak pemain anyar mereka Nick Kuipers.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar