Bukittinggi Kota Perjuangan Sukses Gelar MTQ 41 Sumbar

id MTQ

Bukittinggi Kota Perjuangan Sukses Gelar MTQ 41 Sumbar

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

Bukittinggi (ANTARA) - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat sukses digelar di Kota Bukittinggi yang kini juga bergelar Kota Perjuangan selama enam hari pelaksanaan sejak dibuka secara resmi Sabtu (13/12) dan berakhir Kamis (18/12) hari ini.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias tidak sembarang menyebut kota yang dipimpinnya pantas digelar Kota Perjuangan, selain kota wisata, perdagangan dan pendidikan juga sudah lama melekat di daerah ini.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

"Bukittinggi berperan vital saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama saat menjadi Ibu Kota Republik Indonesia Darurat (PDRI) setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada 19 Desember 1948," kata Ramlan saat peresmian MTQ.

Total 1.091 orang peserta mengikuti MTQ dengan kategori penilaian di 12 cabang dan 60 golongan diawasi 163 dewan hakim penilai.

Dana yang dialokasikan untuk MTQ kali ini sebanyak Rp 12 Miliar dari APBD Sumbar dan Bukittinggi. Selain venue utama di Lapangan Kantin, ada 11 masjid serta empat gedung menjadi lokasi kegiatan yang sukses menggelar kegiatan tanpa masalah berarti.

Bukittinggi merupakan tempat kelahiran proklamator Mohammad Hatta dan banyak tokoh bangsa lainnya serta pusat pertahanan militer dan pergerakan pemuda melawan penjajah.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi
Status ini menjadikannya simbol perlawanan, kebijaksanaan, dan tempat lahirnya tokoh-tokoh bangsa.

Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II, Bukittinggi menjadi ibu kota sementara RI (Desember 1948 - Juni 1949) di bawah kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara, menjaga eksistensi negara di kancah internasional sebagai Pusat Pemerintahan Darurat (PDRI)

"Bukittinggi juga pernah menjadi markas penting bagi militer Belanda dan Jepang, serta menjadi basis pergerakan pemuda dalam menuntut hak-hak rakyat pasca-kemerdekaan," kata Ramlan.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

Di sini, naskah Proklamasi dibacakan ulang pada 29 Agustus 1945 oleh Muhammad Syafei untuk memperkuat pengakuan kemerdekaan di Sumatera.

"Banyak situs sejarah, peninggalan seperti Lobang Jepang, Benteng Fort de Kock, dan Museum Tridaya Eka Sakti yang menjadi saksi bisu perjuangan," kata Ramlan.

Ramlan bersama wakilnya, Ibnu Asis mempersiapkan perhelatan MTQ dengan maksimal dibantu ratusan panitia dan dukungan masyarakat luas.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

"Sudah 32 tahun kami warga Bukittinggi menunggu MTQ hadir kembali, semua elemen bekerjasama menyukseskannya," kata Ramlan.

Pemkot Bukittinggi mengeluarkan semua potensi untuk bisa menyambut tamu undangan, kafilah peserta, dewan juri dan lainnya di tengah dinamika efisiensi anggaran plus kondisi pasca bencana di Sumbar.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujar Ramlan menegaskan.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

Bukan hanya seremonial kata sambutan, rasa duka itu dibuktikan Pemerintah Kota Bukittinggi dengan turut hadir bereaksi cepat sejak musibah terjadi akhir November 2025.

Ramlan memimpin penyaluran bantuan baik berupa alat berat, tenaga medis, sembako dan kebutuhan lain ke daerah terdampak di Sumbar mulai dari Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Padang Pariaman.

Untuk MTQ, Wako Ramlan mencermati tantangan global saat ini, ia mengingatkan seluruh pihak agar Al Qur'an harus tetap dijadikan sumber kebenaran dan diamalkan di kehidupan sehari-hari.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

"Al Qur'an menjadi solusi di tengah permasalahan global untuk mewujudkan masyarakat yang religius, Kota Bukittinggi kini juga pantas menjadi kota perjuangan dengan latar belakang posisi strategisnya di masa kemerdekaan serta tempat lahirnya tokoh-tokoh bangsa," kata Ramlan.

"Alhamdulillah, kita terus bangkit di tengah musibah, jangan bersedih terus, tentu terimakaih kepada seluruh pengurus masjid dan tokoh adat, camat lurah pimpinan SKPD, TNI Polri dan Forkopimda," katanya.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi
Wako mengapresiasi peserta dari seluruh kabupaten kota dari seluruh Sumbar yang hadir di MTQ.

"Bangga kepada seluruh kafilah, tidak ada yang absen, selamat kepada Kabupaten Limapuluh Kota, Bukittinggi juga naik peringkat dari sebelumnya dari tujuh ke posisi tiga, ini sudah luar biasa," kata Ramlan.

Ia mengungkap target Kota Bukittinggi memang untuk lima besar, ia lebih mengutamakan implementasi dan pembinaan berlanjut di bidang keagamaaan di kota setempat.

Luar biasanya, Ramlan mengupayakan penutupan MTQ dengan menghadirkan penyanyi Hadad Alwi melalui dana pribadinya.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

"Saya kira syiar agama ini penting dan harus ditularkan. Di penutupan ini juga akan digalang dana kebencanaan Sumbar

Gubernur Sumbar, Mahyeldi turut mengapresiasi kegiatan MTQ di Kota Bukittinggi Perjuangan.

"Terimakasih atas kehadiran para kafilah, MTQ Ke-41 dilaksanakan di Bukittinggi yang penuh dengan nilai sejarah bangsa dan kemegahan. Kehadiran kita bersama menjadi warisan panjang nabi dan rasul," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi
Gubernur berharap MTQ menjadi cahaya dan penguat batin bagi masyarakat Sumbar di tengah terjadinya bencana di beberapa kabupaten kota di provinsi setempat.

"MTQ bukan hanya sekedar lomba dan tradisi, tapi juga gerakan menguatkan akhlak dan meneguhkan karakter generasi menuju provinsi religius dan berperadaban," kata Mahyeldi.

Ia mengatakan dari Bukittinggi, Provinsi Sumbar menegaskan Al Quran tidak hanya hadir untuk tilawah dan penampilan, tapi juga ada di perilaku keseharian pelayanan publik dan kebijakan pembangunan daerah.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi

Menurutnya, Sumbar diakui secara jelas dan tegas memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang berhubungan erat dengan Al Qur'an.

"Al Qur'an harus menjadi bagian yang mewarnai sisi kehidupan di Sumbar, mudah-mudahan dengan MTQ akan menjadi pengokoh dan penguat dari setiap putra-putri dan masyarakat keseluruhan," kata Mahyeldi.

Dari hasil MTQ Ke-41, Kabupaten Limapuluh Kota berhasil mempertahankan peringkat juara umum disusul Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

Kegiatan MTQ Ke-41 Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi. ANTARA/HO-Pemkot Bukittinggi
Hasil selengkapnya adalah sebagai berikut,

Urutan 10 besar MTQ 41 Sumbar di Kota Bukittinggi tahun 2025.

1. Kabupaten Limapuluh Kota

2. Kota Padang

3. Kota Bukittinggi

4. Kabupaten Tanah Datar

5. Kota Pariaman

6 Kabupaten Agam

7. Kota Padang Panjang

8. Kota Solok

9. Kabupaten Solok

10. Kabupaten Padang Pariaman

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.