Harga bunga pala di Solok Rp150 perkilogram

id bunga pala,harga rempah-rempah,solok

Salah satu pekerja di toko AM membersihkan buah pala dan cengkeh muda. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Solok (ANTARA) - Harga bunga pala di Kota Solok, Sumatera Barat mulai mengalami kenaikan dari Rp80 ribu per kilogram menjadi Rp150 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga komoditi rempah-rempah tidak menentu, tapi untuk saat ini mengalami kenaikan harga paling meningkat tajam yaitu bunga pala yang sebelumnya Rp80 ribu per kilogram menjadi Rp150 ribu perkilogram nya," kata salah satu pedagang rempah- rempah Am (60) di Solok, Rabu.

Selain itu, harga Pala juga mengalami kenaikan, sebelumnya Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu perkilogramnya.

Kenaikan harga rempah ini juga turut diikuti kapulaga sebelumnya dengan harga Rp60 ribu per kilogram menjadi Rp115 ribu per kilogram.

"Naiknya harga komoditasi jenis kapulaga ini karena barangnya mulai susah. Di sejumlah daerah ada yang belum masuk musim rempah jenis ini, selain itu permintaan banyak," katanya.

Begitu juga dengan kulit kayu manis jenis A sebelumnya Rp48 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp50 ribu per kilogram, kulit kayu manis jenis KA sebelumnya hanya Rp38 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Sedangkan kulit kayu manis jenis KB sebelumnya Rp24 ribu perkilogramnya menjadi Rp28 ribu perkilogramnya. Kemudian kulit kayu manis jenis C sebelumnya Rp18 ribu menjadi Rp20 perkilogramnya.

Am juga menyebutkan selain itu, harga pinang juga naik yang sebelumnya Rp9 ribu menjadi nya Rp11 ribu per kilogram.

Sedangkan harga coklat turun sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu perkilogramnya.

Sementara kemiri berkulit mengalami penurunan harga dari Rp 10 menjadi Rp 8 Ribu perkilogram, dan kemiri tanpa kulit bertahan diangka Rp18 ribu perkilogramnya.

Am menyebutkan dia mendapatkan rempah- rempah dari kota dan kabupaten Solok.

"Biasanya masyarakat yang memasok rempah memang menjadi langganan di toko kami," ujarnya.

Dalam hal penjualan rempah-rempah ke luar Kota Solok, Toko Am juga telah menjadi salah satu pemasok untuk daerah Padang, Medan, hingga Lampung. Tokonya bisa menjual dari delapan ton hingga 12 ton.

Salah seorang pembeli yang menjual makanan, Niarli mengungkapkan sangat berat rasanya membeli harga rempah- rempah lebih mahal dari biasanya.

"Kenaikan harga cukup memberatkan kami pembeli, terlebih harga sembako juga mengalami kenaikan, kebutuhan rempah- rempah salah satu kebutuhan utama untuk memasak soto, rendang dan lainnya ," katanya.

Sementara itu, Kadis Koperindag dan UMKM Kota Solok, Dedi Asmar mengatakan, adanya kenaikan harga komoditas ini memang masih masuk kategori stabil, terlebih adanya sejumlah daerah pemasok yang belum memasuki musim panen.

"Ini yang terkadang membuat sejumlah komoditi mengalami kekurangan pasokannya, tapi untuk pemenuhan komoditi ini akan terus kami pantau, agar bisa terpenuhi kedepannya," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar