Palembang, (ANTARA) - Revitalisasi terhadap satu di antara empat pabrik PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang, Sumatera Selatan, mulai memasuki tahap persiapan peletakan konstruksi pertama atau "groundbreaking". "Kegiatan 'groundbreaking' pembangunan pabrik baru Pusri II B direncanakan pada 27 Maret 2013," kata Manager Humas PT Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) Sulfa Ghani di Palembang, Senin. Dia menjelaskan saat ini PT Pusri memiliki empat pabrik dengan total kapasitas produksi mencapai 2,262 juta ton per tahun. Namun, katanya, karena kondisinya sudah tua, kapasitas produksi tersebut beberapa tahun terakhir tidak pernah tercapai secara maksimal. Kondisi empat pabrik tersebut rata-rata usianya 35 tahun ke atas, sedangkan idealnya usia pabrik pupuk maksimal 20 tahun. "Semua pabrik PT Pusri di Palembang kondisinya memprihatinkan karena sudah berusia tua. Pabrik yang usianya relatif paling muda adalah pabrik Pusri I-B yang dibangun pada 1994," kata Sulfa. Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berupaya secara bertahap melakukan revitalisasi pabrik tua dengan prioritas revitalisasi pabrik urea paling tua di dunia, yakni pabrik Pusri II yang dibangun pada 1974. Dia menjelaskan untuk memulai proyek revitalisasi itu, PT Pusri Palembang dan konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation pada 14 Desember 2012 menandatangani kontrak pembangunan proyek pabrik Pusri II-B dengan nilai investasi Rp7,4 triliun. Pabrik Pusri II-B yang segera memasuki tahap konstruksi itu akan menggunakan teknologi KBR Purifier Technology, untuk pabrik amonia dan teknologi Aces 21 milik Toyo dan Pusri sebagai co-licencor untuk pabrik urea. Kapasitas pabrik amonia mencapai 2.000 ton per hari atau 660.000 ton per tahun dan kapasitas pabrik urea 2.750 ton per hari atau 907.500 ton per tahun. Pabrik Pusri II-B dengan teknologi baru, selain ramah lingkungan juga menghemat bahan baku gas, dengan rasio pemakaian gas per ton produk 31,49 MMBTU per ton amonia dan 21,18 MMBTU per ton urea. Pembangunan pabrik Pusri II-B direncanakan selama 34 bulan. Jika proses pembangunan berjalan sesuai rencana, pabrik baru tersebut diperkirakan sudah mulai berproduksi pada Desember 2015 dan mampu mendongkrak produksi urea hingga 2,61 juta ton per tahun. (*/sun)
Berita Terkait
Pabrik tahu di Jakarta Selatan. terbakar
Rabu, 21 Januari 2026 10:34 Wib
BNN bongkar pabrik gelap narkoba jaringan global di apartemen Jaksel
Sabtu, 17 Januari 2026 12:28 Wib
Pabrik mobil listrik BYD di Subang beroperasi kuartal I tahun ini
Jumat, 16 Januari 2026 14:31 Wib
Satgas pastikan 22 pabrik terpapar Cs-137 telah didekontaminasi
Senin, 17 November 2025 16:31 Wib
Pabrik pengelolaan limbah B3 di Karawang terbakar
Jumat, 24 Oktober 2025 4:36 Wib
KKP bangun pabrik es untuk tingkatkan hasil tangkapan nelayan Sumbar
Rabu, 15 Oktober 2025 18:36 Wib
Pabrik teh Kayu Aro pertahanan mesin tua peninggalan Belanda
Minggu, 12 Oktober 2025 15:45 Wib
Satu abad Pabrik teh Kayu Aro: pastikan produksi kualitas ekspor tetap terjaga
Senin, 6 Oktober 2025 4:35 Wib
