Mahfud minta pola pendidikan kritis dikembangkan di Indonesia

id Mahfud MD,Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,Konaspi IX,UNP

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD memberikan orasi ilmiah dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX di Kota Padang, Kamis. (ANTARA SUMBAR/ Mario Sofia Nasution)

Padang (ANTARA) - Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD meminta pola pendidikan kritis dikembangkan di Indonesia sehingga mahasiswa dan siswa yang mengenyam pendidikan tidak hanya mengikuti apa yang diampaikan guru dan dosen mereka.

"Dunia pendidikan harus mengubah pola yang lama agar pendidikan kita maju dan dapat bersaing dengan negara lain," kata dia saat melakukan orasi ilmiah dalam kegiatan Konaspi IX di Padang, Kamis.

Menurut dia kebijakan ini yang diambil, minimal dilakukan pada siswa tingkat SMA dan perguruan tinggi. Mereka harus dididik agar dapat membangkang, kritis dan mencari kebenaran ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan.

"Sementara untuk siswa Sekolah dasar da SMP adalah masa untuk maih dalam proses pemindahan ilmu pengetahuan," katanya.

Menurut dia pendidikan kritis merupakan sebuah aliran pemikiran alternatif, setelah kejenuhan menghadapi dunia baru yang terlampau didominasi oleh pemikiran positivistik, yang sehingga melahirkan pola masyarakat yang matrealistik dan kapitalistik.

Secara sederhana asumsi tentang globalisasi mampu megubah tata kehidupan ekonomi, politk, sosial, budaya dengan sangat pasti proses pendidikan di abad 21 ini.

Pendidikan baik teori maupun praksisnya perlu meninjau kembali posisinya di dalam krisis global dewasa ini. Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan termasuknya di dalam membentuk dan mengarahkan perkembangan manusia.

"Dalam menghadapi krisis global diperlukan pendidikan kritis yang mampu mempersiapkan manusia didalam perkembangan globalisasi," kata dia.

Dalam hal ini politikus yang bertanggungjawab untuk membuat aturan perundang-undangan harus membuat araha kebijakan pendidikan yang jelas agar meningkatkan mutu pendidikan bangsa.

" Ini merupakan bentuk antisipasi terkait era distrupsi yang penuh dengan kejutan-kejutan baru, dengan adanya daya kritis ini generasi kitaakan lebih siap menghadapi segala tantangan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar