Wali Kota Pariaman tekankan CPNS amalkan budaya moral

id Genius Umar ,SK CPNS

Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat Genius Umar (kiri) secara simbolis menyerahkan SK CPNS kota tersebut di Pariaman, Jumat (1/3). (ANTARA SUMBAR / Aadiaat M.S)

Pariaman (ANTARA) - Wali Kota Pariaman, Genius Umar menekankan kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerah itu untuk mengamalkan budaya moral dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari.

"Tidak zaman lagi pegawai seperti bos, tapi harus melayani dengan ramah," kata dia saat menyerahkan surat keputusan (SK) 270 CPNS kota itu di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan pegawai harus memberikan pelayanan yang baik untuk semua bidang pekerjaan apalagi Kota Pariaman merupakan kota wisata yang mana warga dan pelayan masyarakatnya dituntut untuk menjaga etika dan moral.

Dengan moral yang baik maka pekerjaan dan pelayanan yang dilakukan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan wisatawan.

"Jadi jangan mentang-mentang sudah menjadi PNS nanti gayanya seperti bos dan tidak mau menegur orang lain," katanya.

Ia menyampaikan kepribadian positif yang diajarkan oleh orang tua dan guru agama harus diterapkan oleh CPNS tersebut.

Menurutnya salah satu cara agar CPNS tersebut dapat memberikan pelayanan dengan baik yaitu dengan belajar kepada karyawan bank.

"Lihat mereka bekerja, senyum ketika melayani nasabahnya," ujarnya.

Ia menyampaikan PNS sekarang harus bersyukur karena gaji yang diterima terus meningkat namun hal tersebut harus dibalas dengan kinerja yang baik.

"Dulu gaji pegawai kecil sehingga menjadi pegawai tidak begitu diminati orang," kata dia.

270 CPNS tersebut merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan pada 2018 yang mana kota tersebut menyediakan 282 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pariaman, Irmadawani mengatakan ada tiga bidang yang SK-nya diserahkan pada hari ini.

Adapun jumlah CPNS yang diterima masing-masing formasi 147 guru, 99 tenaga kesehatan, 21 teknisi dan tiga orang dari kelulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat Kementerian Perhungungan. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar