
Perawat di Puskesmas Cubadak mogok kerja, faktor kecewa

Lubuk Sikaping (Antaranews Sumbar) - Sejumlah perawat dan tenaga kesehatan lainnya di Puskesmas Cubadak, Kecamatan Duokoto, Kabupaten Pasaman, melakukan aksi mogok kerja terhitung hari ini, Sabtu (20/10).
Aksi tersebut, buntut dari kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan dr Tarigan, di Puskesmas Cubadak. Pasalnya, sejak periode Juni-Oktober, para tenaga kesehatan di Puskesmas itu tak kunjung menerima dana kavitasi.
Berbagai upaya damai pun sudah mereka lakukan. Namun, keluhan agar dana kavitasi sebagai tambahan penghasilan bagi mereka, agar segera dicairkan tidak pernah mendapat respon dari Kepala Puskesmas setempat.
"Kami mogok kerja dan menutup kantor rawat jalan mulai hari ini (20/10) dan seterusnya. Kami menuntut hak kami, karena sudah enam bulan, kami belum menerima dana kavitasi," tutur salah seorang perawat yang tidak ingin namannya disebutkan.
Ia mengatakan, berbagai upaya sudah mereka tempuh untuk memperjuangkan hak mereka, tapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Mereka, kata dia, malah mendapatkan perlakuan tidak baik dari pimpinan puskesmas.
"Persoalan ini sudah kami pertanyakan ke Kapus, pak Tarigan dan bendahara Puskesmas, ni Vivi. Tapi, lagi-lagi kami tidak mendapatkan jawaban yang benar. Bahkan, kami dibentak," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Jonnery Masli menanggapi, bahwa aksi mogok kerja hanya dilakukan beberapa orang staf saja. Bahkan, pelayanan di Puskesmas itu pun masih tetap berjalan seperti sediakala.
"Pelayanan kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap tetap berjalan normal. Dr Tarigan, bersama beberapa orang staf lainnya tetap standby. Sekarang saya sedang berada di Puskesmas Cubadak," katanya.
Jonneri pun berjanji, akan mencari tahu kejadian sebenarnya, hingga menyebabkan sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas itu mogok kerja. Pihaknya, kata dia, tidak akan menutup-nutupi permasalahan sebenarnya kepada awak media.
"Ini permasalahan internal saja, antara pimpinan dan beberapa orang staf di puskesmas ini. Kita masih mencari akar masalahnya. Kenapa aksi mogok kerja ini sampai terjadi. Senin besok, akan kita jelaskan kepada rekan-rekan wartawan, apa pokok permasalahannya," kata Jonneri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, M Saleh mendesak Kepala Dinas Kesehatan segera menyelesaikan permasalahan di Puskesmas Cubadak tersebut, agar tidak berlarut-larut.
"Harap segera diselesaikan. Apa yang menjadi titik permasalahannya, harus segera dituntaskan. Jangan biarkan semakin berlarut-larut. Jika masalahnya ada pada bendahara, segera ajukan penggantinya dari Puskesmas. Akan kita proses secepatnya," kata Saleh.*
Pewarta: Wahyu
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
