Logo Header Antaranews Sumbar

Anggota DPR RI Ade Rezki tinjau stok beras di Bulog Bukittinggi

Jumat, 8 Mei 2026 20:02 WIB
Image Print
Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama bersama Pimpinan Bulog Cabang Bukittinggi, Romi Victa Rose saat meninjau ketersediaan stok beras di salah satu gudang Bulog di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat II, Ade Rezki Pratama melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Cabang Bukittinggi yang berlokasi di Baso, Kabupaten Agam, pada Jumat (8/5).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung ketersediaan stok beras dan gabah guna menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Bulog Cabang Bukittinggi memiliki wilayah kerja yang cukup luas, mencakup Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Pasaman, Pasaman Barat, hingga Kota Padang Panjang.

"Stok beras saat ini di gudang Baso mencapai 600 ton. Berdasarkan hasil tinjauan dan diskusi dengan Kepala Cabang (Kacab) Bulog, diketahui bahwa cadangan beras saat ini berada di angka yang mencukupi," kata Ade Rezki.

Ia memastikan bahwa stok dan cadangan beras mampu memenuhi kebutuhan cadangan hingga tiga bulan ke depan. Untuk keseluruhan wilayah kerja, Bulog Bukittinggi telah menyerap gabah sekitar 1.600 ton hingga kini.

"Stok tersebut akan terus bertambah seiring dengan langkah Bulog yang terus menyerap hasil panen, kunjungan ini juga menyoroti kesejahteraan petani sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto," kata Ade.

Ia menyebut harga serapan gabah saat ini telah dipatok di angka Rp 6,5 ribu per kg hingga mampu memberikan kepastian harga yang menguntungkan bagi petani lokal.

"Para petani kita hari ini sangat senang dengan kebijakan tersebut, di mana Perum Bulog ditunjuk untuk menyerap langsung gabah mereka dan memprosesnya menjadi beras," kata Ade.

Ade juga mengapresiasi peran aktif Bulog dalam membantu masyarakat selama masa sulit khususnya pada pengalaman akhir tahun 2025 lalu saat terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Bulog Bukittinggi dinilai sangat responsif dalam menyalurkan buffer stock (stok penyangga) ke posko-posko pengungsian dan rumah warga yang terdampak bencana," kata Ade.

Ke depannya, pemerintah pusat berencana membangun gudang-gudang baru agar posisi Bulog semakin dekat dengan wilayah produsen gabah dan beras.

"Hal ini diharapkan dapat memperkuat fungsi Bulog dalam mitigasi bencana sekaligus meminimalkan risiko inflasi akibat kenaikan harga beras di pasar serta menyukseskan swasembada pangan," kata Ade.

Pimpinan Bulog Cabang Bukittinggi, Romi Victa Rose mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memulai proses penambahan gudang baru di Kabupaten Pasaman.

"Selain itu, komunikasi intensif juga tengah dilakukan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Pasaman Barat dan Agam untuk mencari lahan kosong atau idle yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas serupa," kata Romi.

Sementara untuk capaian serapan beras, Bulog Bukittinggi telah mencatat target 80 persen setara 860 ton yang diyakink terus meningkat hingga 2.000 ton di akhir tahun seiring dengan masuknya masa panen raya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026