Kesbangpol minta masyarakat Limapuluh Kota tidak terpecah karena pemilu

id Pemilu 2019

 Pemilu 2019. (ist)

Kita ini satu bangsa dan tanah air, tentunya harus menjaga keutuhan negara ini
Sarilamak, (Antaranews Sumbar) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, meminta masyarakat tidak terpecah karena pemilu dan menghormati apapun pilihan masing-masing.

"Kita harus menjaga suasana tahun politik ini dengan tetap damai dan tidak memicu gesekan yang bisa menyebabkan perpecahan," kata Kepala Kesbangpol Limapuluh Kota, Elnigra di Sarilamak, Kamis.

Menurutnya jangan sampai karena pemilu yang digelar sekali dalam lima tahun ini masyarakat menjadi terpecah belah gara-gara berbeda pilihan.

Jika situasi memanas, lanjutnya bisa dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menciptakan kekacauan. Oleh sebab itu mengajak agar masyarakat bersatu menggaungkan persatuan dan perdamaian.

"Kita ini satu bangsa dan tanah air, tentunya harus menjaga keutuhan negara ini," kata dia.

Masyarakat bebas memilih pemimpin dan wakil rakyat terbaik di daerah masing-masing saat pelaksanaan pemilu, namun setelah itu harus rukun kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air, ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyaring informasi yang beredar di media sosial mengenai pemilu yang berpotensi memicu konflik antarmasyarakat.

"Berita yang beredar di media sosial harus disaring terlebih dahulu agar kita tidak terpengaruh oleh-isu-isu yang tidak benar," kata dia.

Sementara untuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 248.363 orang atau naik sebanyak 582 orang dibanding daftar pemilih sementara yakni 247.781 orang.

DPT pemilu 2019 tersebut terdiri dari 119.967 laki-laki dan 128.396 perempuan serta tersebar di 1.256 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan 13 kecamatan yang ada di daerah itu.

kemudian jumlah caleg yang sudah memenuhi syarat untuk masuk ke tahapan selanjutnya ada sebanyak 469 orang yang tersebar di lima daerah pemilihan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar