Bukan hanya madu, berikut manfaat lebah untuk manusia

id Lebah

Peneliti lebah dan madu dari STKIP PGRI Sumbar Dr Jasmi. (Antara Sumbar/M R Denya)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Peneliti dan pengamat bidang hewan lebah dari STKIP PGRI Sumatera Barat Dr Jasmi menilai keuntungan ekonomi membudidayakan salah satu serangga tersebut bukan hanya pada produksi madu melainkan juga royal jelly, lilin, bipollen serta jasanya.

"Bahkan Royal Jelly harganya bisa jutaan hingga milyaran rupiah," kata dia di Padang, Senin.

Menurutnya untuk mendapatkan 250 ml royal jelly saja membutuhkan 1.000 koloni atau kumpulan lebah.

Sebab untuk mendapatkan cairan 1.000 ratu tentu perlu mendapatkan 1.000 koloni lebah juga.

Di luar negeri harganya bisa ratusan juta bahkan milyaran mengingat khasiatnya untuk kesehatan, kecantikan dan menyembuhkan penyakit.

Di Indonesia banyak yang memasarkan atas nama royal jelly namun itu kandungannya sangat sedikit bahkan mungkin sari sarinya saja.

Sebab untuk mendapatkan cairan ratu lebah juga tidak mudah dan membutuhkan keahlian dan kepiawaian peternak lebah.

Produksi lebah lain yakni bipollen atau serbuk sari yang didapatkan di sisiran sarang lebah.

Bipollen ini juga dapat dimanfaatkan untuk industri kecantikan, makanan dan obat obatan, di Jepang harganya bisa mencapai Rp200 hingga Rp500 ribu.

Selain itu dalam sarang lebah juga terdapat lilin yang bisa digunakan untuk bahan membuat tinta batik.

Kemudian untuk madu, cairan yang dihasilkan dari lebah tidak bersengat seperti trigona dinilai lebih baik dari lebah bersengat.

Secara harga saja untuk satu liter madu trigona bernilai Rp400 ribu dibanding madu lebah bersengat jenis apis yang dihargai Rp100 atau Rp150 ribu.

Untuk jenis lebah trigona ini juga terdapat hasil berupa propolis yang berkhasiat untuk kesehatan dan pengobatan juga.

Di samping itu venom atau racun lebah bersengat saat ini juga telah dinilai mahal dan berkhasiat.

Tidak salah saat ini banyak pengobatan alternatif menggunakan sengatan lebah dan memiliki efektivitas menyembuhkan penyakit yang baik.

Di sisi lain jasa lebah juga memiliki dampak peningkatan produksi ekonomi khususnya sebagai polinator atau penyerbuk.

Dalam penelitiannya dan surveinya di Eropa kata Jasmi, pembudidaya lebah bukan hanya menyediakan untuk mengambil manfaat madunya melainkan menyediakan jasa polinator lebah.

Dia mencontohkan di suatu perkebunan apel, produksi bisa meningkat 400 persen saat menggunakan lebah sebagai penyerbuk bunga dibanding tidak menggunakan lebah rental.

Artinya pembudidaya lebah memiliki keuntungan ganda selain produksi madu dan lainnya juga mendapat keuntungan ekonomi dari jasa rental lebah.

Tentu ini peluang bagi masyarakat yang ingin membudidayakan lebah di Indonesia. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar