Nagari Taluk siap sambut wisatawan lebaran

id Pantai Tan Sridano,Libur Lebaran

Pantai Tan Sridano, Nagari Taluk, Pesisir Selatan. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Usaha Bersama Nagari (Desa Adat) Taluk, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mulai membenahi objek wisata Pantai Tan Sridano menjelang masuknya Lebaran 2018 karena diperkirakan pada momen tersebut ribuan wisatawan akan "menyerbu" objek wisata itu.

"Agar lebih maksimal pengelolaan Pantai Tan Sridano telah diserahkan ke BUMNag dan sejak sepekan terakhir pembenahan sudah mulai dilakukan seperti membenahi lokasi parkir, membersihkan sampah-sampah dan lainnya," kata Wali Nagari Taluk, Zainal di Painan, Rabu.

Selain itu, tambahnya, objek wisata tersebut juga akan dilengkapi dengan sepeda bebek air sehingga menjadi lebih menarik dan memberikan wisatawan pilihan dalam menghabiskan masa berliburnya di sana.

"Kami telah menganggarkan Rp50 juta dari anggaran nagari untuk memperkuat permodalan BUMNag dan dana itu akan dimaksimalkan untuk pengembangan Pantai Tan Sridano," ungkapnya.

Ia menyebutkan, untuk bisa menikmati Pantai Tan Sridano yang menyuguhkan pantai berpasir putih dan landai serta kerindangan ribuan pohon pinus, wisatawan hanya dikenakan tarif masuk Rp2 ribu saja.

Memaksimalkan tampilan pantai agar semakin elok di pandang mata, pada Jumat (8/6) pihaknya berencana menggelar kegiatan bersih-bersih secara massal di lokasi.

"Mudah-mudahan dengan pelbagai persiapan yang kami lakukan Pantai Tan Sridano bisa menjadi tujuan utama berlibur selama Lebaran 2018," katanya lagi.

Pantai Tan Sridano bisa dijangkau dengan mengendarai kendaraan bermotor lebih kurang 40 menit dari Painan yang merupakan ibu kota kabupaten setempat ke arah selatan.

Lokasi Pantai Tan Sridano berada persis di samping jalan lintas sumatera bagian barat, Padang - Bengkulu sehingga lokasi ini selalu ramai dikunjungi baik pada libur akhir pekan ataupun libur nasional.

Popularitasnya melejit pada akhir Desember 2016 yang waktu itu limbah medis berserakan di sepanjang bibir pantai. Berita tersebut selain diulas oleh media lokal juga diulas oleh media nasional. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar