Begini cara Pemkot Pariaman makmurkan masjid selama Ramadhan

id Mukhlis Rahman

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

ASN harus dapat menjadi panutan dalam beribadah agar semua tempat-tempat ibadah ramai selama Ramadhan
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat Mukhlis Rahman meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat merangkul masyarakat untuk memakmurkan masjid dan mushalla selama Ramadhan 1439 hijriah.

"ASN harus dapat menjadi panutan dalam beribadah, agar semua tempat-tempat ibadah ramai selama Ramadhan," kata dia di Pariaman, Kamis.

Para ASN bisa berdiskusi lebih banyak dan mengajak masyarakat minimal di lingkungan tempat tinggalnya untuk shalat berjamaah di masjid, menghidupkan malam Ramadhan dengan mendengarkan ceramah, shalat tarwih dan membaca Al Quran.

Kemudian pada waktu siang hari selain kegiatan rutin dan ibadah wajib, sempatkan gotong royong membersihkan pekarangan masjid dan mushalla, serta lingkungan permukiman warga.

Ia mengharapkan ASN benar-benar aktif di masyarakat, karena semua ini juga termasuk perbuatan ibadah yang juga berlipat ganda nilainya pada Ramadhan ini.

Mengajak sesama muslim untuk berbuat baik merupakan tindakan terpuji, apalagi hal tersebut dilakukan saat Ramadhan.

"Inilah sesungguhnya hakikat memakmurkan masjid, dan yang kita inginkan bersama," kata dia.

Selain mendorong ASN untuk merangkul masyarakat, ia juga mengingatkan beberapa poin penting terkait etos kerja selama Ramadhan.

Selama Ramadhan ASN tidak dibenarkan menurunkan etos kerja dan bermalas-malasan dengan alasan berpuasa.

Ia menegaskan berpuasa tidak bisa dijadikan alasan mengurangi pelayanan dalam mengayomi masyarakat, malah kinerja harus lebih baik pada Ramadhan karena juga akan bernilai ibadah.

ASN juga diingatkan jangan sampai terjaring razia pekat.

Pemerintah melalui Satpol PP akan melakukan razia warung makan yang buka siang hari, dan tempat-tempat penyakit masyarakat lain selama Ramadhan.

"Jangan sampai ASN yang harusnya jadi contoh masyarakat, malah terjaring di warung makan dan tempat maksiat," kata dia.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pariaman, Irmadawani mengatakan selama Ramadhan setiap ASN laki-laki diwajibkan menggunakan peci nasional dan perempuan memakai hijab dalam bekerja.

"Dari pantauan kita masih ada sejumlah ASN perempuan yang tidak menggunakan hijab, namun selama Ramadhan itu wajib," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar