
Pemkab Pasaman Barat targetkan produksi padi 85.588 ton pada 2026

Simpang Empat, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menargetkan 85.588 ton produksi padi di daerah itu selama 2026.
"Kita berharap target itu bisa tercapai di akhir tahun nanti. Pada 2025 lalu bencana alam banjir melanda Pasaman Barat sehingga produksi agak terganggu," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Pasaman Barat, Sumbar, Senin.
Menurut dia, bencana banjir pada akhir November 2025 lalu menyebabkan 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan puluhan hektare lahan padi sawah rusak.
Untuk mencapai target produksi itu, Afdal mengatakan dinas terkait akan melakukan sejumlah upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi.
Upaya intensifikasi yang dilakukan, dengan optimalisasi lahan yang ada yakni memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.
"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," katanya.
Selain itu juga memberikan sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal.
Selanjutnya upaya ekstensifikasi, katanya, berfokus pada perluasan sumber daya yang ada berupa perluasan sawah yang ada. Juga membuat aturan melalui Peraturan Daerah mengenai larangan alih fungsi lahan atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Ia menyebutkan daerah sentra padi di Pasaman Barat terletak di Kecamatan Talamau, Kinali, Ranah Batahan dan Gunung Tuleh.
Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan produksi padi guna mensejahterakan petani dan mendukung program Asta Cita Presiden di bidang pangan, ujar Afdal.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
