Wawasan kebangsaan dalam Islam diseminarkan MUI

id MUI

Wawasan kebangsaan dalam Islam diseminarkan MUI

MUI

Terkait tahun politik, Wakil Bupati mengajak para peserta menyukseskan pesta demokrasi dengan tetap menjaga suasana yang kondusif, dan menolak berita hoax yang dapat mengundang perpecahan di tengah tengah masyarakat

Simalungun, Sumut, (Antaranews Sumbar) - Seminar dan talkshow memantapkan wawasan kebangsaan dan NKRI dalam perspektif Islam digelar MUI bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa.

Kegiatan yang digelar di Gedung MUI Simalungun si Jalan Asahan Km 4 itu diikuti 300-an peserta dari KUA, pengurus ormas Islam, MUI Kecamatan, penyuluh agama Islam, pegawai pembantu pencatat nikan, dan badan kemakmuran masjid.

Pembicara berasal dari MUI Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Simalungun dengan moderator dari Kemenag Kabupaten Simalungun.

Wakil Bupati Simalungun H Amran Sinaga mengakui strategisnya peran ulama untuk membantu pemerintah dalam upaya memberikan pengayoman pada setiap organisasi masyarakat, tempat ibadah, dan perkumpulan sosial masyarakat.

Untuk itu, Pemkab Simalungun menyampaikan terima kasih kepada MUI atas inisiatif melaksanakan kegiatan itu, karena peran ulama juga turut memberikan pencerahan dan memberikan raya nyaman serta kesejukan kepada masyarakat.

Terkait tahun politik, Wakil Bupati mengajak para peserta menyukseskan pesta demokrasi dengan tetap menjaga suasana yang kondusif, dan menolak berita hoax yang dapat mengundang perpecahan di tengah tengah masyarakat.

"Mari kita bangun kabupaten ini dengan semangat kebangsaan yang kaya akan budaya, penuh dengan toleransi dan keharmonisan," katanya.

Ketua MUI Simalungun H Abdul Halim Lubis mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan seminar dengan tekun semua materi yang diberikan narasumber, sehingga pemahaman wawasan kebangsaan lebih mantap.

"Mari kita bawa negara dan bangsa ini lebih baik lagi," katanya.(*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.