Padangpariaman Kenalkan Jurnalistik Di Tatanan Sekolah

id Jurnalistik

Sekretaris Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jonpriadi membuka Seminar Jurnalistik dan Kehumasan Sekolah dalam Percepatan Informasi Mendidik Generasi di Parit Malintang, Minggu (21/5). Pemerintah Kabupaten Padangpariaman memperkuat ilmu jurnalistik dan kehumasan sekolah di daerah itu guna mewujudkan percepatan informasi baik kepada peserta didik maupun masyarakat setempat melalui seminar. (Antara Sumbar / Aadiaat M. S.)

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat memperkuat dan memperkenalkan ilmu jurnalistik dan kehumasan di tatanan sekolah di daerah itu guna mewujudkan percepatan informasi baik kepada peserta didik maupun masyarakat setempat.

"Banyak kegiatan pendidikan yang kita lakukan khususnya dari pihak sekolah tidak diketahui oleh peserta didik dan masyarakat," kata Sekretaris Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Jonpriadi saat membuka Seminar Jurnalistik dan Kehumasan Sekolah di Parit Malintang, Minggu.

Ia mengatakan ketidaktahuan peserta didik dan masyarakat disebabkan oleh pihak sekolah yang tidak mengerti dengan jurnalistik dan kehumasan.

Padahal kegiatan pendidikan tersebut bertujuan untuk memajukan pendidikan di daerah itu yang tentunya juga membutuhkan peran dari masyarakat setempat, katanya.

"Oleh karena itu dengan adanya seminar ini diharapkan pihak sekolah dapat menyampaikan informasi dengan benar dan menyeluruh," ujarnya.

Selain itu dengan pihak sekolah memiliki ilmu jurnalistik dan kehumasan maka dapat meningkatkan pendidikan peserta didik.

Ia pun berharap pihak sekolah dapat berkolaborasi dengan wartawan di daerah itu dalam memajukan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana seminar tersebut, Efanurza mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 261 guru dari sejumlah sekolah di setiap kecamatan di daerah itu.

"Kegiatan ini nantinya dapat sebagai forum komunikasi pihak sekolah dalam menjalankan kehumasan sekolah," kata dia.

Selain itu dapat mengatasi oknum wartawan yang mendatangi pihak sekolah guna menyampaikan kepentingan dengan mengancam.

Senada dengan itu, salah seorang guru peserta seminar tersebut, Efrizal mangeluhkan seringnya oknum wartawan mendatangi pihaknya yang ujung-ujungnya meminta uang.

"Seolah-olah mereka mencari-cari kesalahan kami," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar