London, (Antara Sumbar) - Presiden Belarus Aleksander Lukashenko menyampaikan arti penting Indonesia bagi Belarus dan menyatakan keinginan untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang serta memaksimalkan potensi ekonomi perdagangan bagi keuntungan kedua negara.
Hal itu disampaikan Presiden Belarus, Aleksander Lukashenko ketika menerima menyerahkan surat-surat kepercayaan Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Mohamad Wahid Supriyadi di Istana Kemerdekaan di Minsk, Belarus, Senin.
KBRI Moskow dalam keterangan pers yang diterima Antara London, Rabu menyebutkan prosesi penyerahan credentials diawali Senin pagi waktu setempat.
Dalam perbincangan singkat dengan Presiden Lukashenko setelah penyerahan credentials Dubes menyampaikan salam hangat Presiden Joko Widodo kepada Presiden Lukashenko yang pernah berkunjung ke Indonesia tahun 2013 dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.
Dalam pidatonya, Presiden Lukashenko menyampaikan harapannya agar Dubes Wahid dapat terus meningkatkan hubungan kerja sama yang sangat baik yang terjalin antara kedua negara selama ini.
Pada kesempatan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri Belarus, Vladimir Makei menekankan penting Indonesia bagi Belarus dan menyampaikan apresiasi atas intensitas saling kunjung pejabat tinggi kedua negara selama ini.
Kedua negara memiliki banyak peluang kerja sama yang belum digali secara maksimal dan Menlu Makei menyambut baik rencana penunjukan Konsul Kehormatan Indonesia di Minsk sebagai tahap awal pembukaan Kedutaan di Belarus.
Dubes Wahid sependapat dengan pandangan Menlu Makei dan menyampaikan perlunya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara mengingat neraca perdagangan masih defisit cukup besar di pihak Indonesia sebesar USD 119,7 juta.
Dubes menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memasok berbagai produk ekspor unggulan seperti sayuran dan buah-buahan tropis serta CPO yang dibutuhkan Belarus.
Pada kesempatan tersebut, Dubes Wahid menyampaikan rencana KBRI Moskow yang akan mengadakan Forum Bisnis di Belarus pada akhir April 2017 untuk mempertemukan pengusaha prospektif dari kedua negara.
Dalam kunjungan kerjanya di Belarus, Dubes Wahid juga mengadakan pertemuan dengan Ketua KADIN dan tujuh pengusaha utama Belarus yang memiliki usaha di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut disepakati rencana penyelenggaraan kegiatan forum bisnis yang akan melibatkan pengusaha dari kedua negara. KADIN Belarus menyambut antusias rencana tersebut, mengingat selama ini forum serupa belum pernah diadakan.
Belarus membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta tahun 2012 yang merangkap Malaysia, Singapura, Filipina dan ASEAN dan memiliki Konsul Kehormatan di Surabaya menunjukan nilai strategis Indonesia bagi Belarus.
Dubes M. Wahid Supriyadi merupakan Dubes RI yang ke-7 sejak Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Belarus pada tahun 1993. Selain Indonesia, penyerahan credentials kali ini juga diikuti Dubes dari Burkina Faso, Estonia, Eritrea, Finlandia, Kanada, Lithuania, Luxemburg, Mongolia, Perancis dan Tahta Suci Vatikan. (*)
