Padang, (AntaraSumbar) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sumatera Barat (Sumbar), Syamsu Rahim, menyatakan menolak tegas adanya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) di daerah itu.
"Itu harus ditolak, karena tidak pernah ditemukan dalam budaya ataupun adat di daerah ini," katanya di Padang, Kamis.
Hubungan sejenis, ujarnya, dinilai tidak sesuai dengan kultur dan ajaran agama di daerah itu.
"Saya juga menerima keluhan dari sejumlah masyarakat yang meresahkan kejadian itu," tegasnya.
Ia mendorong kader NasDem di daerah itu untuk merespons aspirasi masyarakat tersebut. Terlebih yang duduk sebagai anggota dewan.
Ia mengatakan untuk mengantisipiasi, peran dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), ninik mamak, serta tokoh adat di daerah itu harus dimaksimalkan.
"Peran panghulu dan niniak mamak serta perangkat adat lainnya, harus dimaksimalkan. Agar dapat membimbing para anak-anak muda," jelasnya.
Kalau diperlukan, lanjutnya, dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan pasangan sejenis.
Hal senada juga telah disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Menurutnya, kaum LGBT agar keluar saja dari Provinsi Sumbar karena tidak sesuai dengan Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah.
Sebelumnya, Kota Padang sempat dihebohkan dengan adanya dugaan pasangan sejenis yang akan menyelenggarakan pernikahan pada Minggu (14/2), di daerah setempat. (*)
