Padang, (AntaraSumbar) - Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) telah meluncurkan layanan bank tanpa kantor yang diberi nama BTPN Wow sebagai upaya mendorong perluasan akses keuangan bagi seluruh kalangan masyarakat.
"BTPN Wow merupakan layanan perbankan yang memanfaatkan teknologi telepon genggam dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia," kata Sales Management Head BTPN Wow, Moh Reza Rizal di Padang, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu saat tampil sebagai pembicara dalam diskusi bertema 'Laku Pandai: Akses Keuangan untuk Semua' yang diselenggarakan BTPN bekerja sama dengan Koran Sindo.
Menurut dia berdasarkan surveo Global Financial Inclusion Index 2014 menunjukkan hanya 36 persen orang di Indonesia yang memiliki rekening di bank.
Salah satu alasan masyarakat tidak memiliki rekening tabungan di bank adalah karena tidak punya uang untuk ditabungkan, kata dia.
Ada orang yang punya kelebihan uang Rp20 ribu, kalau ditabung ke bank nominalnya terlalu kecil, ditambah akses ke bank yang jauh sehingga jadi enggan menabung, lanjutnya.
Selain itu, kata dia selama ini biaya administrasi rekening tabungan di bank cukup mahal ada yang mencapai Rp10 ribu per bulan, kalau saldo kecil tentu uang akan berkurang.
Kemudian untuk membuka rekening tabungan di bank prosedurnya cukup rumit sehingga masyarakat juga menjadi malas, ujarnya.
Oleh sebab itu layanan perbankan tanpa kantor yang dikenal dengan istilah Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif, dapat meningkatkan penetrasi perbankan ke masyarakat menengah bawah.
Layanan bank tanpa kantor juga akan menurunkan beban operasional bank karena tidak perlu membangun infrastruktur berupa kantor cabang, kata dia.
Dengan layanan bank tanpa kantor seseorang dapat punya rekening tabungan tanpa ada biaya administrasi, saldo minimal dan akses yang dekat, ujarnya.
Target nasabah BTPN Wow adalah masyarakat yang belum memiliki rekening bank, tetapi sudah terbiasa menggunakan telepon seluler serta mengisi pulsa sehingga bertransaksi menggunakan ponsel bukan hal yang terlalu rumi, lanjutnya.
Ia menargetkan BTPN akan hadir di seluruh kabupaten di Tanah Air menjawab kebutuhan layanan perbankan bagi seluruh kalangan.
Sementara Staf Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Kristy Rosyemari mengatakan Laku Pandai merupakan salah satu program yang diluncurkan untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses dengan perbankan.
"Saat ini layanan Laku Pandai terdiri atas tabungan, asuransi mikro dan kredit mikro," kata dia.
Ia mengatakan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap layanan jasa keuangan masih minim sehingga kehadiran Laku Pandai merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi keuangan. (*)
