Herman Nawas: Ubah Pola Pikir Hadapi MEA

id Ubah, Pola, Pikir, MEA

Padang, (AntaraSumbar) - Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (YPTK), Herman Nawas selaku pendiri Universitas Putra Indonesia, Padang mengatakan persiapan yang harus dilakukan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah mengubah pola pikir.

"Hanya dua minggu lagi MEA akan diberlakukan kalau tidak ingin jadi penonton di negeri sendiri maka kita semua harus mengubah pola pikir," kata dia di Padang, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu saat penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia kepada UPI YPTK atas pencapaian terciptanya 3.000 investor saham di pasar modal.

Menurut dia dari 10 negara ASEAN, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar, oleh sebab itu jika tidak ingin menjadi penonton di negeri sendiri harus mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.

"Salah satunya dengan mulai berinvestasi saham di pasar modal karena selama ini kepemilikan saham perusahaan dalam negeri banyak didominasi asing," kata dia.

Menurut dia jika semua perguruan tinggi mulai mendidik mahasiswa tentang manfaat kepemilikan saham di pasar modal maka secara perlahan dominasi kepemilikan saham oleh asing akan dapat dikurangi.

Sementara Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X, Ganefri mengatakan salah satu bekal yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi menghadapi MEA adalah kemampuan berkomunikasi terutama penguasaan bahasa asing.

"Karena itu lulusan perguruan tinggi jika ingin memenangkan persaingan harus menguasai minimal satu bahasa asing," ujar dia.

Selain itu dibutuhkan jiwa kewirausahaan , kreativitas dan inovasi agar dapat memenangkan kompetisi menghadapi MEA, lanjut dia. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar