Logo Header Antaranews Sumbar

Disnakan Solok Bina Kelompok Pengolahan Hasil Perikanan

Kamis, 3 Desember 2015 19:26 WIB
Image Print

Arosuka, (AntaraSumbar) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Solok membina belasan kelompok pengolahan hasil perikanan yang tersebar di sejumlah nagari (desa adat) daerah itu.

"Selain melakukan pembinaan Dinas Perikanan dan Peternakan juga memberi bantuan peralatan kepada kelompok tersebut," kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok, Ir. Fakhri di Arosuka, Kamis.

Bantuan tersebut, katanya, diberikan dalam rangka menunjang peningkatan pendapatan anggota kelompok pengolahan hasil perikanan, yang mulai berkembang pesat di Kabupaten Solok.

Bantuan yang diberikan berupa lemari pendingin, lemari penyimpan bahan baku ikan, meja untuk reparasi atau membelah ikan, meja kering persegi empat utk pengepakan dan para-para atau alat untuk menjemur/pengering ikan.

Ia menyebutkan, dari 15 kelompok pengolahan hasil perikanan yang menerima bantuan tahun 2015 ini, diantaranya adalah kelompok Hijau Muda di Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi, yang memproduksi olahan ikan lele kering, yang kini terus berkembang pesat.

Selain itu, katanya, ada kelompok ikan Bilih 7 Muaro di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih.

Lalu, katanya, ada Kelompok Usaha Bunda di Nagari Tikalak Kacang Kecamatan X Koto Singkarak, yang memproduksi olahan Dendeng Pensi atau sejenis kerang kecil.

Kepada kelompok pengolahan hasil perikanan tersebut, kata Fakhri, selanjutnya didorong untuk secepatnya mengurus kelengkapan izin usaha produksi mereka, ke dinas/instansi terkait lainnya, seperti ke Dinas Koperindag, Dinas Kesehatan dan Kantor Pelayanan Perizinan di Arosuka.

Selain itu, katanya, yang juga penting untuk diurus adalah label halal produk usaha mereka yang direkomendasikan Majelis Ulama Indonesia danmengurus izin Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Direktorat P2HP Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

"Kelompok-kelompok tersebut juga digiring untuk mengurus legalitas badan usaha kelompok mereka ke dinas instansi terkait, agar kelompok mereka dapat memperoleh dana bantuan dari pemerintah sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Ia juga mengemukakan, selain melakukan pembinaan kepada kelompok pengolahan hasil perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok juga terus mensosialisasikan program Gemarikan atau Gemar Makan Ikan kepada masyarakat banyak.

Saat mensosialisasikan Program Gemarikan ke berbagai wilayah Kecamatan di Kabupaten Solok, petugas Dinas Perikanan dan Peternakan menggunakan mobil Alih Teknologi Ikan dan Informasi (AKII) bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

"Mobil bantuan AKII dari Kementerian Kelautan da Perikanan RI tersebut cuma 2 unit untuk Sumbar, satu untuk Kabupaten Solok dan satunya lagi untuk Kabupaten Agam," jelasnya.

Ia juga menerangkan tujuan Gemarikan sendiri adalah, membangun kesadaran dan pemahaman tentang manfaat makan ikan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan serta mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.

Hasilnya, katanya, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Solok tahun 2015 ini meningkat menjadi 31 kilogram/kapita/tahun.

Sebelumnya, kata Fakhri, tingkat konsumsi ikan kabupaten Solok pada tahun 2013 cuma 28 kilogram/perkapita/tahun dan tahun 2014 30 kilogram/perkapita/tahun.

"Dan yang membanggakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Solok berhasil menjadi yang terbaik lomba pelaksanaan Forikan Tahun 2014 dan 2015 tingkat Sumatera Barat di Padang," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026