Arus Balik Lebaran di Jalinteng Lubuklinggau Meningkat

id Arus, Balik, Lebaran, Jalinteng

Lubuklinggau, (AntaraSumbar) - Arus balik Idul Fitri 1436 Hijriyah di jalan lintas Tengah Sumatera Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan, mulai meningkat sehingga tak diperbolehkan kendaraan besar masuk dalam kota.

"Kita sudah mengalihkan arus kendaraan mudik pada jalan alternatif karena di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera melintasi dalam Kota Lubuklinggau mulai padat," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Ari Wahyu Widodo melalui Kasat Lantas AKP Novalina S Tarihoran, Senin.

Ia mengatakan, peningkatan itu mulai terlihat, Minggu (19/7) terutama dari arah Sumatera Utara menuju Jakarta, hingga saat ini rata-rata kendaraan mudik mencapai di atas 500 unit per jam.

Arus mudik lebaran itu akan membludak diperkirakan lima hari hingga tujuh hari setelah lebaran, dengan demikian sudah diantisipasi pengalihan ke jalan alternatif untuk menghindari kemacetan arus kendaraan dalam Kota Lubuklinggau.

Ia mengatakan, saat ini para pemudik cendrung memilih lewat Kota Lubuklinggau karena disamping bisa beristirahat di beberapa rumah makan, juga menghindari gangguan keamanan pada jalur alternatif tersebut, terutama pada malam hari.

Kalau malam hari para pengemudi beralasan bahwa pada jalan alternatif itu tidak ada lampu penerangan jalan, sehingga dikhawatirkan terjadi gangguan keamanan.

Sementara angkutan truk diwajibkan lewat jalan alternatif tersebut karena akan membuat macet jalan dalam kota, terutama pada siang hari antara lain depan JM Swalayan dan lokasi kawasan tertib lalu lintas daerah itu.

"Sampai saat ini kondisi lalu lintas di wilayah itu masih terkendali karena kita sudah menempatkan personel di lokasi-lokasi yang padat dan berpotensi macet," jelasnya.

Salah seorang pemudik, Sumir Sitanggang mengatakan ia tetap melintas dalam Kota Lubuklinggau karena lebih nyaman, bila dibanding melalui jalan alternatif tersebut.

Pada jalan alternatif itu sangat menyeramkan, disamping suasananya gelap gulita, juga keamanan tak terjamin apa lagi para pemudik mulai lelah selama dalam perjalanan.

"Lebih baik kami menginap di Kota Lubuklinggau dari pada memaksakan untuk melanjutkan perjalanan pada malam hari, terutama melintasi jalan alternatif tersebut," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.