Logo Header Antaranews Sumbar

Peneliti Unand Kembangkan Teh dari Daun Gambir

Kamis, 13 November 2014 09:43 WIB
Image Print
Tanaman Gambir.

Padang, (Antara) - Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Amri Bakhtiar melakukan penelitian untuk mengembangkan teh dari daun tanaman gambir. "Daun gambir memiliki banyak senyawa katekin yang bermanfaat untuk antioksidan sebagaimana yang ada pada daun teh, sehingga potensial dijadikan minuman kesehatan," kata Amri Bakhtiar di Padang, Kamis. Dia menjelaskan, proses pembuatan minuman dari daun gambir tidak berbeda jauh dengan pembuatan teh pada umumnya. Mulai dari pemilihan daun yang baik kemudian melakukan pencucian, pengeringan hingga perlakuan dalam fermentasi dan menjadi daun teh yang siap disaring untuk menjadi minuman, imbuhnya. Satu hal yang berbeda dari teh pada umumnya, kata Amri yakni kandungan senyawa di dalamnya. Senyawa katekin yang ada pada daun gambir ini tidak mengandung kafein seperti halnya teh. Sehingga lebih aman untuk dikonsumsi dan memiliki polifenol yang kompleks, sehingga optimal sebagai antioksidan, kata Amri. Hanya kelemahannya katanya, teh dari daun gambir ini belum memiliki aroma yang khas sebagaimana lazim teh pada umumnya. "Saat ini telah dikembangkan empat varietas untuk daun gambir ini yakni Riau Gadang, Riau Ketek, Cubadak dan Udang," kata dia. Dia memaparkan, asal nama varietas ini lebih kepada daerah tumbuhnya, namun yang membedakan yakni bentuk dan warna daunnya. Dia menyebutkan, untuk varietas Riau memiliki warna lebih gelap dengan bentuk besar (gadang) dan Kecil (ketek). Sementara untuk varietas Cubadak memiliki daun yang lebih lebar. Sedangkan varietas udang memiliki bentuk daun yang sama dengan Riau namun berwarna merah, katanya. "Sejauh ini teh dikemas dalam bentuk kantong celup dan mulai dipromosikan pada berbagai seminar dan pameran," kata Amri. Pengembangan teh gambir ini katanya, telah disampaikan dalam beberapa seminar internasional salah satunya di Riga, Latvia. Di samping itu, dalam beberapa pameran dan workshop teh gambir ini telah terjual per bungkusnya sebesar Rp5.000. Bahkan katanya, saat ini telah banyak masyarakat yang memesan dan mengkonsumsi teh gambir tersebut. Dia berharap ke depan teh dari daun gambir ini dapat menjadi salah satu minuman kesehatan alternatif pengganti teh. Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unand Herwandi mengapresiasi adanya penelitian teh gambir ini. Sebab katanya, penelitian gambir ini merupakan bagian dari sasaran riset unggulan Unand pada tahun ini. Dia berharap penelitian ini dapat membuka Unand menjadi salah satu sentra penelitian di Indonesia bahkan dunia. (**/den)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026