Solo, (ANTARA) - Film berjudul "Sang Kiai"yang sedang dibuat oleh Rapi Films, mengingatkan kisah perjuangan seorang tokoh nasional pendiri Nahdatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari, tentang arti pentingnya persatuan bangsa. "Film tentang sosok ulama kharismatik dari Tebu Ireng Jombang Jawa Timur, KH Hasyim Asy'ari itu, penuh pesan moral dan spritual," kata Produser Rapi Films, Sunil Samtani, disela mengambilan gambar film "Sang Kiai" di Gedung 1945 di Solo, Sabtu. Menurut dia, film yang berlatar bekakang pada zaman penjajahan tersebut sebelumnya dilakukan di Kediri, Gondang Klaten, Rutan Ambarawa Kabupaten Semarang, dan terakhir di Kota Solo ini, sehingga memakan waktu sekitar 50 hari. Film Sang Kiai yang disutradari oleh Rako Prijanto tersebut bertujuan untuk menggugah dan mengingatkan Bangsa Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. "Kami sangat bangga bisa memproduksi film yang menggambarkan sosok kiai yang sangat kharismatik di masa penjajahan. KH Hasyim Asy'ari merupakn tokoh kuunci dalam menggerakan santri-santri untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan," katanya. Pada film tersebut, lanjut dia, menggambarkan tokoh KH Hasyim Asy'ari dan cara perjuangannya serta diperkiarakan akan menghabiskan dana sekitar Rp10 miliar lebih. Menurut dia, film tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan moral terhadap masyarakat Indonesia terutama kaum muda menjadi tulang punggung Indonesia di masa mendatang. Menurut sutradara Film Sang Kiai, Rako Prijanto film tersebut mengambil kisah perjuangan KH Hasyim Asy'ari yang difokuskan pada era tahun 1942-1947, atau sesuai usulan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). KH Hasyim sebagai tokoh sentral pada saat itu, merupakan penentu arah dalam mengerahkan massa santri melawan penjajah. Menurut dia, KH Hasyim Asy'ari adalah kiai kharismatik yang menyulut rasa kebangsaan santrinya di Tebu Ireng yang akhirnya menjalar ke masyarakat yang ujungnya terjadi perang pada tanggal 10 November 1945. "Pada perang itu, puncaknya terjadi perobekan bendera merah putih biru menjadi merah putih di Hotel oranye Surabaya," katanya. Pada film tersebut, kata dia, aktor Ikranagara yang memerankan Tokoh KH Hasyim Asy'ari, sedangkan artis terkenal Christine Hakim sebagai Nyai Kapu (istri Kh Hasyim Asy'ari), dan Agus Kuncoro sebagai Wahid Hasyim (anak KH Hasyim Asy'ari). Pengambilan gambar di Kota Solo, kata dia, akan berlangsung sekitar lima hari dan film tersebut akan diputar perdana pada Juni 2013. "Saya bangga memerankan sebagai Kiai yang sekarang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu. Saya bisa memberikan yang terbaik bagi film ini, sehingga perjuangan KH Hasyim Asy'ari dapat menginspirasi munculnya sang kiai yang lainnya," kata aktor Ikranagara. (*/jno)
Berita Terkait
BRIN ingatkan ancaman "sinkhole" di wilayah batugamping Indonesia
Jumat, 16 Januari 2026 18:49 Wib
Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN ingatkan capaian kinerja tak sekadar angka
Rabu, 14 Januari 2026 17:54 Wib
Badan Geologi ingatkan warga tidak kaitkan sinkhole dengan kesehatan
Sabtu, 10 Januari 2026 15:35 Wib
PLN Hadir untuk Anak Penerus Bangsa, Salurkan Beasiswa Pendidikan bagi Korban Terdampak Bencana di Palembayan
Jumat, 9 Januari 2026 9:05 Wib
31 Personel Polres Padang Panjang naik pangkat, Kapolres ingatkan tanggung jawab dan profesionalisme
Kamis, 1 Januari 2026 12:24 Wib
Posko Hub Unand ingatkan kondisi rentan korban bencana
Kamis, 1 Januari 2026 8:19 Wib
Kebakaran panti jompo ingatkan untuk penguatan prosedur
Selasa, 30 Desember 2025 14:29 Wib
Prabowo: Natal momentum perkuat persatuan dan gotong royong
Kamis, 25 Desember 2025 21:17 Wib
