Seoul, (Antara/AFP) - Korea Selatan pada Jumat mengecam Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang memberi sesaji ke kuil perang kontroversial yang oleh Seoul dilihat sebagai lambang militerisme Jepang pada masa lalu. "Pemerintah kami sangat tidak setuju PM Jepang memberi sesaji ke Kuil Yasukuni, lambang otokrasi penjajahan Jepang," seorang juru bicara kementerian Luar Negeri mengatakan. Pernyataan itu juga mengecam dua menteri dalam kabinet Abe yang juga mengunjungi kuil penghormatan bagi 2,5 juta warga Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II. Hubungan antara Korea Selatan dan Jepang --keduanya adalah sekutu Amerika Serikat di Asia -- mencapai titik terendah akhir-akhir ini, akibat sengketa atas masa pendudukan Jepang di Korea pada 1910-45. Perselisihan itu meliputi pula perebutan wilayah kepulauan karang kecil dan permintaan Seoul atas ganti rugi terhadap "wanita penghibur" yang dipaksa menjadi budak nafsu dalam masa Perang Dunia II. Jepang berpegang bahwa semua masalah tersebut telah diselesaikan dalam perjanjian bersama tahun 1965 dan pemulihan hubungan dengan Korea Selatan. Korea Selatan merasa Jepang belum bertindak lebih jauh untuk menunjukkan penyesalannya dalam tindakannya selama masa penjajahan dan belum memberi ganti rugi kepada seluruh korban. (*/sun)
Berita Terkait
Taklukan Korea Selatan 5-0, Timnas Futsal Indonesia pimpin Klasemen Grup A Piala Asia 2026
Rabu, 28 Januari 2026 10:31 Wib
PMI Jakarta Selatan siapkan huntap bagi warga Agam yang belum terdata
Rabu, 28 Januari 2026 4:27 Wib
Kemenhut dan Satgas PKH tertibkan PETI di Hutan Padang Aro
Selasa, 27 Januari 2026 14:06 Wib
Polisi beri 30 pertanyaan ke Reza "Arap" terkait kematian Lula Lahfah
Selasa, 27 Januari 2026 13:37 Wib
Ini tujuan polisi panggil enam saksi terkait kematian Lula Lahfah
Senin, 26 Januari 2026 15:27 Wib
Prajurit TNI temukan enam korban pesawat ATR 42-500
Jumat, 23 Januari 2026 4:45 Wib
KNKT investigasi penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500
Kamis, 22 Januari 2026 16:11 Wib
SAR Gabungan kembali temukan dua jenazah korban pesawat ATR
Kamis, 22 Januari 2026 15:31 Wib
