Jakarta, (Antara) - Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo menegaskan partainya tetap solid berada di dalam koalisi merah putih, namun dia menyebut bahwa perbedaan pandangan dalam sebuah koalisi merupakan hal yang wajar. "Intinya PAN tetap dalam koalisi merah putih, tapi kan kita tahu dalam koalisi beda pandangan, beda apa, itu kan sesuatu yang wajar," kata Drajad Wibowo seusai melakukan pertemuan dengan para petinggi PAN di kediaman Hatta Rajasa, di Fatmawati Golf Mansion, Jakarta Selatan, Selasa malam. Drajad tidak mengatakan apa maksud perbedaan pandangan itu. Ketika ditanya apakah perbedaan itu terkait pernyataan Prabowo Subianto menarik diri dari proses pilpres, Drajad membantahnya. "Tidak bisa disimpulkan begitu, tapi ini kan umum sifatnya," ujar Drajad. Dia mengatakan ketidakhadiran Hatta di Rumah Polonia saat Prabowo menyatakan menarik diri dari proses pilpres dikarenakan Hatta memiliki tugas lain. "Pak Hatta kebetulan ada tugas lain, jadi memang masalah "timing" saja. Karena memang "timing" waktunya mepet sekali, pak Hatta tidak mungkin membelah dirinya," ujar Drajad. Dalam wawancara itu dia terus menegaskan bahwa PAN solid di dalam koalisi merah putih. Hal itu menurut dia, telah disampaikan kepada partai-partai lain dalam koalisi merah putih. "Jadi tadi saya dan Sekjen PAN itu ke Polonia tadi, jadi kita tetap menjadi bagian dalam koalisi merah putih, tidak ada drama," tegas dia. Lebih jauh Drajad mengatakan bahwa apabila partai koalisi memutuskan akan membawa masalah persengketaan pemilu kepada Mahkamah Konstitusi (MK), dan langkah itu harus ditandatangani capres Prabowo dan cawapres Hatta Rajasa, maka Hatta siap menandatanganinya. Pernyataan itu bertolak belakang dengan konsekuensi hukum Prabowo yang menarik diri dari proses Pilpres sehingga disebut-sebut tidak lagi memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan gugatan ke MK. Pada hari ini Prabowo Subianto menyatakan dirinya bersama Hatta Rajasa menarik diri dari proses Pilpres 2014, karena pertimbangan ditemukannya tindak pidana kecurangan pemilu yang melibatkan penyelenggara dan pihak asing dengan tujuan tertentu. "Kami sebagai pengemban mandat suara rakyat, akan menggunakan hak konstitusional kami, yaitu menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum dan menarik diri dari proses yang sedang berlangsung," kata Prabowo dalam konferensi persnya di Rumah Polonia, Selasa siang. Prabowo menegaskan dirinya dan Hatta Rajasa tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan oleh rakyat, lantas dipermainkan dan diselewengkan. "Kami siap menang dan siap kalah, dengan cara yang demokratis dan terhormat. Untuk itu kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih kami, untuk tetap tenang," kata Prabowo. Namun pernyataan Prabowo yang tertulis di sebuah kertas dan dibacakannya sendiri itu, hanya ditandatangani oleh Prabowo sendiri, tanpa ditandatangani oleh Hatta Rajasa. Hingga saat ini Hatta Rajasa belum menyatakan pandangannya secara pribadi. Politisi PAN Tjatur Sapto Edi mengatakan Hatta akan berbicara dalam waktu dekat tapi tidak malam ini. (*/sun)
Berita Terkait
Dokter jelaskan beda manfaat baca buku dengan "scrolling" media sosial
Jumat, 29 Agustus 2025 8:21 Wib
Menkes ungkap beda pendidikan dokter spesialis RI dengan negara lain
Senin, 11 Agustus 2025 12:22 Wib
Kemenag Sumbar laporkan 92 calon haji terpisah karena beda syarikah
Rabu, 21 Mei 2025 10:06 Wib
BRIN ungkap alasan beda penentuan Idul Fitri Indonesia dengan Arab Saudi
Selasa, 25 Februari 2025 14:32 Wib
Erick Thohir: Jangan beda-bedakan pemain naturalisasi dengan lokal
Jumat, 8 November 2024 19:08 Wib
Anies tetap hadiri Kongres NasDem meskipun beda jalan pascapilpres
Senin, 26 Agustus 2024 9:53 Wib
Tampil beda, Anggota DPRD di Pessel hadiri pelantikan diiringi konvoi semi-trabas (Video)
Rabu, 14 Agustus 2024 17:22 Wib
Rodri janjikan City akan tampil beda lawan Real Madrid
Selasa, 9 April 2024 6:07 Wib
