Jakarta, (Antara) - Perusahaan telekomunikasi PT. Bakrie Telecom Tbk. (Btel), dengan produknya Esia, hanya menargetkan pertambahan pelanggan sebanyak satu juta menjadi 13 juta pelanggan pada 2014, dari 12 juta pelanggan pada 2013. Direktur Utama PT. Bakrie Telecom Tbk Jastiro Abi di Jakarta, Rabu, mengatakan meskipun pasar telekomunikasi berjaringan CDMA semakin tergerus dengan pasar GSM, perseroan tetap optimistis akan tumbuh, dengan meluncurkan terobosan program baru. "Kita tetap akan mempertahankan tradisional telekomunikasi kita, namun kita juga memperjuangkan untuk tumbuh, salah satunya dengan OTT (layanan 'Over the Top')," ujarnya. Pada kuartal pertama 2014, Jastiro mengklaim kinerja perseroan juga menunjukkan indikasi positif setelah mengalami kerugian di periode yang sama pada tahun sebelumnya. Perseroan membukukan laba bersih Rp201,7 miliar, sedangkan pada periode yang sama di 2013 merugi Rp97,5 miliar. Director & Chief Operating Officer Btel Imanuddin Kencana Putra menambahkan pertambahan pelanggan hingga Mei 2014 baru mencapai 200 ribu pelanggan. Dengan beberapa program baru seperti OTT yang bermitra dengan korporasi media Viva Group dengan produk "VIVALL", dan penetrasi pemulihan kepercayaan pasar, dia optimistis secara akumulatif pelanggan akan bertambah melebihi satu juta pelanggan. OTT merupakan metode distribusi layanan video atau audio yang dapat diunduh oleh pelanggan. "Kita konsentrasi lokalisasi sentra sentra ponsel, kami ingin kembalikan dahulu kepercayaan pasar, baru ke konsumen. Intinya, kita juga ingin meningkatkan 'utility' kita," ujar dia. Btel pada 2014 menganggarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar 25 hingga 30 juta dolar AS atau setara dengan Rp324,1 miliar (kurs 1 Dolar AS : Rp11.806) Hingga semester pertama, belanja modal sudah terserap 17,5 juta dolar AS, salah satunya untuk layanan OTT. (*/jno)
