PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah menyambut baik kondisi "yang secara umum damai" dalam pemilihan presiden di Ukraina pada Ahad (25/5). Namun Ban juga menyampaikan keprihatinan sebab pemilih yang sah di beberapa bagian timur negara yang dilanda krisis tersebut tak diberi hak untuk ikut dalam pemungutan suara nasional. "Sekretaris jenderal menyambut baik kenyataan bahwa pemungutan suara di sebagian besar wilayah Ukraina secara umum berjalan damai dan teratur dan kebanyakan sejalan dengan standard internasional dan kebebasan mendasar, kata sejumlah pemantau nasional dan internasional," demikian isi pernyataan yang dibacakan oleh Juru Bicara PBB Stephane Dujarric. Sekretaris jenderal PBB itu prihatin bahwa pemilih yang sah tak diberi hak untuk memberi suara mereka di beberapa bagian timur Ukraina, kata juru bicara tersebut. Ia mengumandangkan laporan media yang menyatakan penyimpangan dalam pemungutan suara dan gangguan di bagian timur negeri itu, tempat gelombang perasaan anti-pemerintah mencuat selama dua bulan belakangan ini. Ban juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kerusuhan baru di Ukraina Timur. "Sekretaris jenderal khawatir oleh kerusuhan yang berlanjut di bagian timur, tempat bentrokan di Donetsk menewaskan puluhan orang pada Senin (26/5)," kata Dujarric, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. "Ia mendesak dilakukan pemulihan kendali negara atas berbagai instalasi pemerintah yang dicapai melalui cara damai eksklusif, termasuk dialog politik yang melibatkan banyak pihak." Petro Poroshenko, tokoh politik independen dan multi-jutawan yang berusia 48 tahun, memimpin dalam pemilihan presiden pada Ahad di Ukraina. Ia mengantungi 53,72 persen suara, diikuti oleh mantan perdana menteri Yulia Tymoshenko --yang mengumpulkan 13.09 persen-- dan Oleh Lyashko dengan 8,47 persen suara, kata Komisi Pemilihan Umum Pusat Ukraina. (*/jno)