MUI: Kekerasan Seksual Anak Sebabkan Luka Jiwa
Senin, 5 Mei 2014 17:42 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Antara)
Jakarta, (Antara) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan kekerasan seksual terhadap anak akan menyebabkan luka jiwa karena sepanjang hidup anak mengalami trauma.
"Karena itu MUI membuka posko pengaduan untuk mengadvokasi anak-anak yang diduga korban kekerasan seksual," kata Ketua MUI bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga Tutty Alawiyah di Jakarta, Senin.
Posko pengaduan yang beralamat di kantor MUI pusat di Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, jika diperlukan akan memberikan bimbingan untuk ketenangan jiwa.
Dia mencontohkan seperti kasus kekerasan seksual yang dilakukan AS di Sukabumi terhadap puluhan anak, polisi harus tegas dengan memberi hukuman yang seberat-beratnya.
"Dampaknya ini luar biasa karena itu harus diberi hukuman berat kalau perlu berlapis-lapis bagi pelaku," tambah Tutty.
Begitu juga dengan pelaku kekerasan seksual lainnya seperti yang terjadi di Jakarta International School (JIS).
"Sepanjang hidup korban akan trauma, ini yang perlu kita waspadai terhadap anak-anak kita," katanya.
Lebih lanjut Tutty mengatakan, peran orang tua dan guru sangat strategis untuk melakukan upaya perlindungan anak. Namun menurut Tutty peran ibu sangat penting membimbing anaknya, jangan pendidikan anak seluruhnya diserahkan ke sekolah.
Di samping itu, kurikulum agama juga penting diberikan, meskipun di sekolah bertaraf internasional juga memerlukan pengenalan terhadap agama. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB
Polres Pasaman Barat tingkatkan edukasi cegah kekerasan perempuan dan anak
14 November 2025 18:10 WIB
DPMPPA Kota Solok Gelar Sosialisasi Peningkatan Peran Satgas PPA dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan
29 September 2025 13:52 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018