KNTI Minta BPK Audit Kinerja Inka Mina
Senin, 5 Mei 2014 14:47 WIB
Jakarta, (Antara) - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia mendesak Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan audit kinerja program pengadaan bantuan 1.000 unit kapal Inka Mina Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena belum berdampak positif bagi sebagian besar nelayan Indonesia.
Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) M. Riza Damanik dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa salah satu program unggulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009--2014 adalah pengadaan bantuan 1.000 unit kapal Inka Mina berukuran lebih besar dari 30 GT kepada nelayan.
Namun, lanjut dia, program yang telah menghabiskan dana ratusan miliar rupiah uang negara tersebut belum memberikan dampak positif bagi sebagian besar nelayan Indonesia.
Menurut dia, program itu dimaksudkan untuk menjawab tantangan restrukturisasi armada perikanan rakyat Indonesia sebagai strategi mengentaskan nelayan dari kemiskinan, optimalisasi sumber pangan dari laut, dan upaya meningkatkan kontribusi ekonomi nasional.
Ia mengatakan bahwa KNTI menemukan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari persoalan tender bermasalah, perizinan bermasalah, penerima kapal bantuan tidak tepat, spesifikasi kapal yang dibangun tidak sesuai, baik secara ekonomi, sosial, maupun ekologis, hingga persoalan modal operasional yang tinggi.
Selain mendapat banyak keluhan dari masyarakat, program Inka Mina, menurut Riza, juga menyisakan proses hukum di sejumlah daerah, di antaranya di Sumatera Utara, Jambi, Banten, Jawa Tengah, dan Papua.
Badan Litbang DPP KNTI, lanjutnya, juga menduga terdapat penggelembungan jumlah bantuan kapal Inka Mina. Pasalnya, meski realisasi kapal program tersebut hingga 2012 telah mencapai 519 unit, total penambahan kapal perikanan secara nasional dengan ukuran yang sama hanya 237 unit, atau 54 persen lebih rendah daripada proyeksi optimistik pengadaan kapal Inka Mina secara nasional.
Untuk itu, kata dia, guna mencegah kerugian negara dan keluarga nelayan Indonesia serta mempertimbangkan pentingnya mencegah pemerintahan ke depan (2014--2019) melakukan kesalahan serupa, KNTI telah melaporkan dan bersurat ke Ketua BPK RI yang bertujuan meminta dilakukan audit untuk kinerja proyek Inka Mina KKP tersebut.
Surat permintaan audit tersebut, kata dia, juga ditembuskan ke Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018