Wamentan: Industri Pupuk Organik Terkendala Persediaan Bahan
Rabu, 23 April 2014 14:50 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan bahwa industri pupuk organik dalam skala besar di Indonesia sulit dibentuk karena masih terkendala masalah rantai persediaan bahan baku yang belum maksimal.
"Kita tidak bisa membuat pabrik pupuk organik secara eksklusif. Agak susah untuk meningkatkan produksi pupuk organik bila persediaan bahan baku pembuat pupuk tersebut masih sulit didapat dan cenderung tersebar tempatnya," kata Rusman saat ditemui dalam seminar bertema "Manajemen Pupuk Berkelanjutan" di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, untuk memproduksi pupuk organik dalam skala besar tentu diperlukan rantai persediaan bahan baku pembuat pupuk yang maksimal.
Namun, kata dia, hingga saat ini bahan baku pembuat pupuk organik saja cenderung susah untuk didapat dalam jumlah besar.
"Karena rantai persediaan dari bahan baku pupuk organik, seperti persediaan kotoran hewan atau limbah tumbuh-tumbuhan itu masih tersebar dan belum dapat terorganisir," ujarnya.
Ia menilai masih ada kelemahan secara struktur untuk bisa memperoleh persediaan bahan pupuk organik yang berkelanjutan dan dalam jumlah besar.
"Disinilah kelemahan kita secara struktur. Jadi rantai persediaan bahan pupuk organik ini masih berserakan, karena model peternakan di Indonesia saja kan masih tersebar dan tidak dibuat per kawasan," ungkapnya.
"Beda dengan Australia, peternakan di sana dibuat per kawasan maka ketika mereka ingin membuat pabrik pupuk organik bahan bakunya sudah mudah didapat," lanjutnya.
Oleh karena itu, menurut Rusman, Kementerian Pertanian pernah menawarkan kepada Perusahaan Pupuk Indonesia untuk membuat suatu unit khusus yang terkait dengan pengembangan industri pupuk organik,
terutama untuk mengorganisir rantai persediaan bahan baku pupuk organik.
"Karena memang 'supply chain' bahan pupuk organik ini harus diorganisir juga, dan kami sebenarnya ingin mendorong ke arah itu," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diseminasi KI 2025: Kemenkum Sumbar kuatkan perlindungan hak cipta dan desain industri
08 December 2025 17:56 WIB
Diseminasi KI 2025: Kemenkum Sumbar Fokus Penguatan Pelindungan Hak Cipta dan Desain Industri
08 December 2025 8:54 WIB
5 Keunggulan Kurikulum Berbasis Industri Dibanding Kurikulum Konvensional
10 November 2025 10:25 WIB
SKK Migas perkuat sinergi dengan media untuk edukasi masyarakat tentang industri hulu migas
04 November 2025 22:22 WIB
Sawahlunto Siap Garap Masa Depan Olahraga dan Industri Otomotif Sumatera Barat
26 October 2025 18:56 WIB