Negara Anti-Nuklir Minta Korut Hentikan Program Senjatanya
Minggu, 13 April 2014 6:37 WIB
Tokyo, (Antara/AFP) - Dua belas negara yang berusaha untuk menghapus senjata nuklir pada Sabtu mencela program atom Korea Utara pada penutupan satu pertemuan di Hiroshima dan mengatakan hal itu membahayakan stabilitas global.
Prakarsa Perlucutan Senjata dan Non-Proliferasi Nuklir (NPDI) mengkritik program nuklir dan rudal Korea Utara serta mendesak negara tersebut untuk menerima inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan kembali ke Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
"Kami sangat mengutuk program nuklir dan rudal balistik Korea Utara yang merusak NPT dan rezim nonproliferasi, yang secara keseluruhan bisa menimbulkan ancaman besar bagi perdamaian dan stabilitas regional dan global," kata pernyataan itu.
"Kami sangat mendesak Korea Utara untuk meninggalkan semua senjata nuklir ... dan program nuklir yang ada, serta kembali patuh pada perjanjian keamanan IAEA dan NPT," katanya menambahkan.
NPDI, diluncurkan pada tahun 2010, terdiri Australia, Kanada , Chili, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Nigeria Filipina, Polandia, Turki dan Uni Emirat Arab.
Lebih lanjut pernyataan meminta para pemimpin negara yang dilengkapi dengan senjata nuklir untuk mengunjungi Hiroshima dan Nagasaki, dua kota di Jepang yang dihancurkan oleh bom atom AS
dalam Perang Dunia II, untuk "menyaksikan konsekuensi dengan mata mereka sendiri."
Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara telah melakukan latihan dengan peluru tajam di dekat perbatasan yang disengketakan dengan Korea Selatan, melakukan uji tembak rudal balistik yang mampu memukul Jepang, menerbangkan pesawat tak berawak ke Selatan dan mengancam dengan satu jenis "baru" dari uji nuklir. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Pasaman bentuk Kampung Tangguh anti Narkoba di nagari tekan kasus Narkotika
20 September 2025 15:34 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018