Libya Bantah Buka Kembali Tempat Penyeberangan dengan Tunisia
Jumat, 4 April 2014 8:22 WIB
Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Kementerian Dalam Negeri Libya, Kamis (3/4), membantah Tripoli telah membuka kembali tempat penyeberangan penting Ras Jadir di dekat Tunisia, demikian laporan kantor berita resmi negeri itu, LANA.
Juru bicara kementerian tersebut mengatakan, "Desas-desus tersebar melalui media mengenai potensi pembukaan Ras Jadir tidak berdasar, sebab pembicaraan sedang berlangsung antara Pemerintah Tunisia dan Libya."
Ia mengatakan setiap kesepakatan mengenai pembukaan atau penutupan perbatasan di luar pengetahuan pihak berwenang tidak sah.
Juru bicara tersebut mengatakan kedua negara itu akan mengambil "kesimpulan penting" bagi masalah kota kecil perbatasan tersebut dan menanggulangi masalah yang menyebabkan penutupan terus-menerus tempat penyeberangan penting itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
Ras Jadir adalah pusat angkuta utama bagi perdagangan melalui darat antara Tunisia dan Libya. Pemerintah Libya menutup tempat penyeberangan perbatasan tersebut pada Februari, dengan alasan keamanan.
Menurut laporan, penjaga perbatasan dari kedua pihak terus-menerus bentrok, dan serangan ditujukan kepada pengemudi dari kedua negara. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hansi Flick bantah isu perpecahan internal di Barcelona karena Lamine Yamal
18 October 2025 5:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018