Dahlan Banyak Dapat Pembelajaran Berharga di PLN
Selasa, 1 April 2014 8:54 WIB
Dahlan Iskan
Jakarta, (Antara) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan dirinya banyak mendapat pembelajaran berharga soal pengelolaan energi di Indonesia ketika menjabat sebagai direktur utama PT PLN.
"Selama dua tahun menjadi direktur utama PT PLN, saya banyak belajar bagaimana pengelolaan energi di Indonesia dari hulu sampai ke hilir, sekaligus persoalannya," kata Dahlan Iskan saat menyampaikan ceramah kebangsaan pada peluncuran buku biografi tentangnya berjudul "The Next One" di Jakarta, Senin (31/3) malam.
Menurut Dahlan, saat memimpin PT PLN dirinya betul-betul banyak belajar bagaimana mengelola energi sehingga mengusulkan agar PLN menambah pembangkit listrik.
Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat ini mengakui, adanya perbedaan saat memimpin grup media dan memimpin perusahaan negara dan ini dijadikannya sebagai pembelajaran berharga.
Pada kesempatan tersebut, Dahlan juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Suilo Bambang Yudhoyono karena merasa telah "menyekolahkannya" untuk belajar energi.
"Orang boleh mengkritik beliau, tapi saya punya pandangan berbeda soal beliau. Saya bersyukur "disekolahkan" sangat mahal soal energi oleh beliau," katanya.
Dahlan menjelaskan, dari pembelajaran soal pengelolaan energi itu dia menyimpulkan bahwa PLN sudah tak mampu mencukupi kebutuhan energi di dalam negeri.
Dia mengusulkan, agar PLN membangun usaha baru dengan memanfaatkan biomassa sebagai basis sumber energinya.
"Pemanfaatan biomassa ini teknologinya ada. Bagaimana mengelolanya, "road map"nya sudah ada," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dahlan juga mengkritisi dua kelas masyarakat di Indonesia yakni kelas masyarakat menengah dan masyarakat miskin yang menghadapi persoalan berbeda.
Menurut Dahkan, masyarakat kelas menengah umumya berada di perkotaan sedangkan masyarakat miskin umumnya berada di pedesaan.
"Jika mengakomodasi sepenuhnya tuntutan masyarakat kelas menengah maka bisa mengabaikan masyarakat miskin dan sebaliknya, karena keterbatasan anggaran," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dahlan juga menceritakan bagaimana beratnya mengemban tugas negara banyaknya persoalan yang ada. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinamika atmosfer picu suhu panas di Sumbar, warga diimbau banyak minum air putih
02 November 2025 10:15 WIB
Banyak yang bilang tidak mungkin, petani Desa Gunung Anten kini rasakan manfaat Reforma Agraria
26 September 2025 11:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018