Seoul, (Antara/AFP) - Korea Utara pada Sabtu mengatakan hubungan dengan Korea Selatan mengarah pada tahap "bencana" lagi dan menyebut penghamburan selebaran anti-Pyongyang oleh pihak Selatan dapat memicu perang. Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Pyongnyang mengatakan akan mendukung "perang", dan menuduh Amerika Serikat telah sengaja meningkatkan ketegangan melalui latihan perang bersama dengan Selatan. Sebelumnya, militer Korea Utara mengecam militer Korea Selatan yang menangkap kapal nelayan Utara di dekat wilayah sengketa perbatasan laut sebagai provokasi dan mengancam untuk membalasnya. Korea Selatan mengembalikan perahu yang ditangkap bersama tiga pelaut di perairan perbatasan di Laut Kuning, Kamis malam. "Hubungan Utara-Selatan memasuki tahap yang buruk lagi karena pihak berwenang di Selatan menghamburkan selebaran anti-Korea Utara," kata juru bicara bagi utusan Utara untuk hubungan tingkat tinggi dengan Selatan. "Operasi penyebaran brosur dan kampanye tercela ... di luar batas toleransi dan suatu tindakan terang-terangan untuk menyatakan perang," katanya. Komite Reunifikasi Damai Korea dari pihak Utara Rabu mengatakan bahwa pihak Selatan menghamburkan selebaran yang mengingkari rejim Utara dan pemimpinnya Kim Jong-Un dengan memakai balon gas yang melayang di atas wilayah sengketa di Laut Kuning. Kementerian Pertahanan Korea Selatan membantah tuduhan tersebut. Seorang sumber militer yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa selebaran itu diluncurkan oleh kelompok Nasrani setempat. "Apakah dia (Presiden Park) sungguh akan memandang brosur itu sebagai sumber perang untuk mengurangi provokasi sampai ke akarnya? Dia harus berpikir bahwa sekarang adalah saatnya untuk menentukan sendiri." kata juru bicara pihak Utara. (*/jno)