Korut Ancam "Perang" Atas Selebaran Anti-Pyongyang
Sabtu, 29 Maret 2014 13:06 WIB
Seoul, (Antara/AFP) - Korea Utara pada Sabtu mengatakan hubungan dengan Korea Selatan mengarah pada tahap "bencana" lagi dan menyebut penghamburan selebaran anti-Pyongyang oleh pihak Selatan dapat memicu perang.
Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Pyongnyang mengatakan akan mendukung "perang", dan menuduh Amerika Serikat telah sengaja meningkatkan ketegangan melalui latihan perang bersama dengan Selatan.
Sebelumnya, militer Korea Utara mengecam militer Korea Selatan yang menangkap kapal nelayan Utara di dekat wilayah sengketa perbatasan laut sebagai provokasi dan mengancam untuk membalasnya.
Korea Selatan mengembalikan perahu yang ditangkap bersama tiga pelaut di perairan perbatasan di Laut Kuning, Kamis malam.
"Hubungan Utara-Selatan memasuki tahap yang buruk lagi karena pihak berwenang di Selatan menghamburkan selebaran anti-Korea Utara," kata juru bicara bagi utusan Utara untuk hubungan tingkat tinggi dengan Selatan.
"Operasi penyebaran brosur dan kampanye tercela ... di luar batas toleransi dan suatu tindakan terang-terangan untuk menyatakan perang," katanya.
Komite Reunifikasi Damai Korea dari pihak Utara Rabu mengatakan bahwa pihak Selatan menghamburkan selebaran yang mengingkari rejim Utara dan pemimpinnya Kim Jong-Un dengan memakai balon gas yang melayang di atas wilayah sengketa di Laut Kuning.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan membantah tuduhan tersebut.
Seorang sumber militer yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa selebaran itu diluncurkan oleh kelompok Nasrani setempat.
"Apakah dia (Presiden Park) sungguh akan memandang brosur itu sebagai sumber perang untuk mengurangi provokasi sampai ke akarnya? Dia harus berpikir bahwa sekarang adalah saatnya untuk menentukan sendiri." kata juru bicara pihak Utara. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Pergantian Tahun, LDII Ingatkan Kemerosotan Moral Ancam Nilai-Nilai Kebangsaan
02 January 2025 18:02 WIB, 2025
Kompolnas: AKP Dadang sempat ancam tembak polisi jika halangi dirinya
25 November 2024 18:58 WIB, 2024
SPTI Pasaman Barat: Pembatasan muatan di 1.121 ruas jalan ancam perekonomian petani sawit
03 September 2024 9:52 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018