Titik Panas di Riau Kembali Bertambah
Rabu, 19 Maret 2014 20:58 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. (Antara)
Pekanbaru, (Antara) - Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kabut Asap menyatakan titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau terdeteksi satelit kembali bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat surat elektronik yang diterima Antara, Rabu malam, menyatakan Satelit NOAA 18 mendeteksi kemunculan sebanyak 26 titik panas di Sumatera dan sembilan titik di Riau.
"Jumlah itu bertambah dibandingkan sebelumnya, dimana di Sumatera hanya ada 17 titik dan Riau delapan titik," kata Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo.
Data Satgas mencatat, sembilan titik panas di Riau tersebar di tiga kabupaten/kota meliputi Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai.
Terbanyak berada di Kabupaten Rpkan Hilir yakni tujuh titik yang tersebar di tiga kecamatan.
Data tersebut juga mencatat tiga titik berada di Kecamatan Sinaboi meliputi Desa Sungai Bakau, Raja Bejamu dan Desa Sinaboi.
Sementara di Kecamatan Kubu terdeteksi satelit ada sebanyak tiga titik yang berlokasi di Desa Teluk Piyai, Tanjung Leban dan Teluk Nilap.
Kemudian terakhir titik panas di Rokan Hilir berada di Desa Lenggadai Hulu, Kecamatan Rimba Melintang.
Sementara itu, satu titik panas di Kota Dumai yang menurut hasil rekam satelit berada di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai.
Untuk satu titik panas di Kabupaten Bengkalis, satelit merekam berada di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukit Batu.
Sementara itu satelit Terra malah mendeteksi 22 titik panas di daratan Sumatera, di Riau hanya ada enam titik, masing-masing tiga di Bengkalis dan tiga di Rokan Hilir.
Titik panas atau "hotspot" merupakan pendeteksian satelit yang belum dapat dipastikan sebuah peristiwa kebakaran lahan dan hutan.
"Hotspot" masuk kategori atau disebut sebagai titik api jika hasil peninjauan menyatakan itu sebuah kebakaran lahan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018