
Bantah ada yang batal, Cordoba Tour pastikan semua jamaah umrah berangkat

Padang (ANTARA) - Biro perjalanan umrah Cordoba Tour & Travel di Padang memastikan semua jamaah umrah berangkat dan tidak ada yang mengalami pembatalan.
"Kami menyayangkan penggunaan foto jamaah sebagai latar berita pada media daring," kata Direktur Cordoba Tour & Travel Deri Oktaviandi melalui keterangan yang diterima di Padang, Jumat.
Ia menegaskan seluruh jamaah Cordoba Tour berangkat melalui BIM pada 30 September 2026 saat Kanwil Kementerian Haji dan Umrah melakukan sidak.
"Informasi yang menyebut jamaah kami gagal berangkat itu tidak benar. Sebanyak 53 jemaah asal Tebo telah selesai melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci," ujarnya.
Deri menjelaskan bahwa kehadiran petugas Kanwil Kemenhaj Sumbar di BIM bertepatan dengan jadwal keberangkatan rombongan Cordoba Tour & Travel.
"Kondisi tersebut membuat jamaah kami ikut terliput dalam dokumentasi kegiatan pengawasan biro perjalanan di area bandara," katanya.
Ia menyampaikan kekosongan 80 kursi penerbangan Batik Air saat itu murni persoalan kuota maskapai, bukan kegagalan keberangkatan jemaah dari Cordoba Tour & Travel.
"Kami mengimbau setiap pembuat berita dapat memverifikasi data lapangan agar tidak menciptakan kekeliruan opini di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia menyampaikan klarifikasi resmi ini disampaikan demi menjaga reputasi dan kepercayaan publik yang telah dibangun perusahaan selama 11 tahun.
Sejak berdiri pada 2015, Cordoba Tour & Travel memegang legalitas resmi sebagai penyelenggara Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah berdomisili pusat di Padang.
Deri menyebut bahwa hingga saat ini Cordoba Tour & Travel telah melayani serta memberangkatkan lebih dari 20.000 peserta umrah maupun haji.
"Kami mencatatkan rekam jejak operasional yang bersih tanpa pernah menelantarkan jamaah dalam setiap program pemberangkatan," ucap Deri.
Ia menegaskan keberadaan legalitas yang lengkap menjadi fondasi utama perusahaan dalam memberikan jaminan kepastian ibadah kepada seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar M Rifki menegaskan bahwa sidak di BIM murni bertujuan membasmi travel tidak berizin tanpa ada maksud merugikan travel legal.
"Sidak dilakukan atas instruksi pimpinan untuk menertibkan travel bodong, kami sama sekali tidak berniat menyudutkan travel resmi seperti Cordoba yang dokumennya lengkap dan berangkat dengan baik," kata dia.
Ia mengatakan Kemenhaj berkomitmen penuh melindungi hak jemaah serta mendukung keberlangsungan biro perjalanan resmi yang taat aturan.
"Pengawasan ini justru dilakukan untuk melindungi jamaah dan menjaga ekosistem usaha travel legal agar tidak dirugikan oleh oknum travel tidak berizin," katanya.
Mengenai kekeliruan publikasi foto di media sosial maupun situs pemberitaan, Rifki menyampaikan bahwa penyebaran visual tersebut murni hasil peliputan mandiri jurnalis.
"Pihak Kanwil hanya mengeluarkan rilis informasi resmi, sedangkan materi foto yang dipakai diambil secara mandiri oleh para wartawan yang meliput di bandara," katanya.
Terkait dugaan 80 jamaah yang gagal berangkat, Rifki menegaskan bahwa penelusuran data valid masih terus dilakukan sebelum disampaikan secara resmi.
"Tim Kemenhaj sedang mengumpulkan data lengkap di lapangan dan akan menyampaikannya secara transparan dalam konferensi pers mendatang," ujarnya.
Pewarta: Relis
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
