
LIPI: Kedaulatan Pangan dan Negara Prioritas Utama

Padang, (Antara) - Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim mengatakan kedaulatan pangan dan kedaulatan negara harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kecukupan gizi. "Salah satu pangan terpenting yakni yang mengandung protein hewani atau bermacam jenis ikan, daging, telur," katanya saat melakukan orasi ilmiah pada peringatan lima tahunan (Lustrum) ke-10 Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) di Kampus Unand Padang, Rabu. Dia menyampaikan pandangannya pada orasi ilmiah yang berjudul "Peranan Bioteknologi Dalam Pengembangan Peternakan Menuju Kedaulatan Bangsa". Lukman menambahkan manfaat protein hewani ini cukup penting dalam membangun ketahanan pangan maupun menciptakan SDM yang sehat dan cerdas. Namun demikian, sebutnya, untuk Indonesia konsumsi protein hewani Penduduk Indonesia masih di bawah negara lain. Berdasarkan data FAO tahun 2006 konsumsi daging penduduk Indonesia hanya sekitar 4,5 kg/kapita/tahun. Jumlah ini masih jauh jika dibandingkan dengan Malaysia 38,5 kg/kap/tahun, Thailand (14), Filipina (8,5), dan Singapura dengan 28 kg/kap/tahun. Bukan saja daging, rendahnya konsumsi protein hewani juga terjadi terhadap konsumsi telur penduduk Indonesia yang hanya mencapai 67 butir/kapita/tahun. "Untuk itu diperlukan upaya cerdas dari semua pihak untuk meningkatkan produksi protein hewani di Indonesia. Salah satu upayanya yakni pengadaan bibit unggul pada sapi lokal dan nasional," katanya. Dalam hasil sensus terakhir tahun 2011 tercatat Indonesia memiliki sekitar 16,3 juta ekor sapi. Dengan hasil ini sudah tentu Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan swasembada daging sapi dan kerbau. "Namun pada kenyataannya akibat kesenjangan produksi daging domestik dengan konsumsi. Serta rentanya pasar sapi lokal terhadap pengaruh pasar global, membuat program yang telah dicanangkan sejak 2004 masih belum bisa terwujud," ujarnya. Di sinilah, katanya, peranan LIPI sebagai perumus Iptek untuk mengembangkan bioteknologi dalam industri peternakan. Antara lain upaya dalam proyek Inseminasi buatan serta teknologi transfer embrio yang memungkingkan untuk mendapat bibit dengan cepat. Khusus untuk Unand, katanya, LIPI banyak mengadakan kerja sama dengan Fakultas Peternakan. Salah satunya melalui proyek Met-Milk Pro yang salah satunya dalam pembangunan rumah potong hewan yang dikembangkan dengan model industri peternakan. Selain itu, juga LIPI membantu Faterna Unand untuk mengembangbiakkan sapi jenis Simental. "Ini sebagai dukungan kepada Faterna Unand untuk dapat berperan aktif mewujudkan swasembada daging sapi dan kerbau pada 2014 mendatang," katanya. Sementara itu Dekan Faterna Unand Jafrinur mengatakan bahwa momen ulang tahun ke-50 Faterna Unand ini akan dijadikan awal kebangkitan dunia peternakan di Sumatera Barat. Ke depan Faterna Unand siap bersaing dalam merumuskan segala hal yang berkaitan dengan peternakan hingga tingkat regional. "Tidak hanya sukses di tingkat nasional saja tapi juga dapat berkiprah lebih tinggi lagi di tingkat Asia Tenggara bahkan Asia," kata jafrinur. (**/den/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
