Malaysia Bantah Jadi Sarang Teroris
Selasa, 18 Maret 2014 18:10 WIB
Kuala Lumpur, (Antara) - Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein membantah tudingan bahwa Malaysia sudah menjadi sarang teroris, menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.
"Saya membantah sekeras-kerasnya tudingan itu. Tudingan tersebut tidak ada dasarnya, dan tidak ada kaitannya dengan situasi saat ini," kata Hishammuddin yang juga pemangku Menteri Transportasi, dalam jumpa pers di Hotel Sama Sama KLIA, Sepang, Selasa.
Ia mengatakan tuduhan tersebut muncul terkait adanya dua penumpang Iran yang menggunakan paspor curian untuk menaiki pesawat yang hilang sejak Sabtu (8/3) tersebut.
Pesawat MH370 yang membawa 239 penumpang termasuk kru hilang satu jam setelah lepas landas dari bandara KLIA Kuala Lumpur menuju Beijing.
Pesawat tersebut dinyatakan telah menyimpang dari jalur asalnya dan diperkirakan mengambil rute di koridor utara atau selatan. Sistem komunikasi di dalam pesawat juga dimatikan dengan sengaja, sehingga menimbulkan kecurigaan pesawat tersebut telah dibajak atau disabotase.
Namun sampai saat ini belum ada pihak yang mengklaim melakukan ataupun meminta tebusan, dan lokasi pesawat juga tidak diketahui keberadaannya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Anifah Aman mengatakan operasi pencarian pesawat tersebut merupakan isu yang kompleks karena melibatkan 25 negara dan pihaknya sudah mengirimkan nota diplomatik ke 12 negara.
"Politik tidak penting disini. Dan saya rasa tidak ada yang ingin membuat publisitas murahan disini," katanya.
Menlu juga menyatakan pemerintah belum merasa perlu untuk menghubungi Iran dan meminta bantuan negara tersebut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018