Para Pemrotes Kepung Gedung Pemerintah Thailand
Senin, 17 Februari 2014 16:51 WIB
Bangkok, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemimpin protes anti-pemerintah Thailand Suthep Thaugsuban Senin pagi memimpin pengunjuk rasa mengepung Gedung Pemerintah untuk mencegah Perdana Menteri sementara Yingluck Shinawatra untuk kembali bekerja.
Menteri Tenaga Kerja sementara dan kepala Pusat untuk Menjaga Ketentraman dan Ketertiban yang dikelola pemerintah, Chalerm Yoobamrung, mengatakan sebelumnya Yingluck akan bisa bekerja di Gedung Pemerintah lagi pada Rabu.
Pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat, pengunjuk rasa mulai membangun dinding beton untuk memblokir gerbang Gedung Pemerintah.
Chalerm mengatakan pada Minggu bahwa pasukan polisi akan dikerahkan pada Senin dalam upaya untuk merebut kembali lima lokasi protes di Bangkok dari demonstran, termasuk satu di dekat Gedung Pemerintah.
Apabila ada perlawanan oleh penjaga pemrotes bersenjata, polisi mungkin harus menggunakan senjata untuk melindungi diri, kata Chalerm.
Menteri Chalerm Yoobamrung pada Senin mengancam akan menindak para pengunjuk rasa di lokasi unjuk rasa ketika mereka berkumpul dalam jumlah kecil, kata laporan surat kabar the Nation.
Dalam kapasitasnya sebagai kepala Pusat untuk Menjaga Ketentraman yang dikelola pemerintah, Chalerm mengatakan tindakan akan diambil terhadap pengunjuk rasa karena Suthep Thaugsuban pemimpin protes telah kembali pada janjinya untuk berunjuk rasa di hanya pada situs tertentu.
Di pagi hari, Suthep memimpin beberapa ribu pengunjuk rasa mengepung Gedung Pemerintah untuk mencegah perdana menteri sementara Yingluck Shinawatra untuk kembali ke bekerja di sana.
Kelompok lain pengunjuk rasa juga memasuki tempat Kementerian Pendidikan pada Senin dan memaksa para pejabat di sana untuk berhenti bekerja dan pulang ke rumah. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018