Pejabat: 44 Orang Meninggal Akibat Flu Babi di Mesir
Jumat, 14 Februari 2014 9:48 WIB
Kairo, (Antara/Xinhua-OANA) - Jumlah orang yang meninggal akibat flu babi di Mesir sejak awal Desember 2013 telah naik jadi 44, kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mesir Ahmed Kamel kepada Xinhua, Kamis (13/2).
Virus A/H1N1, yang dikenal sebagai "flu babi", telah "dikategorikan sebagai influenza musiman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2010", kata juru bicara tersebut.
Kamel mengatakan rumah sakit kementerian itu pada musim dingin tahun ini menerima 577.183 kasus dugaan influenza, 24 persen di antara mereka positif.
"Hnaya 342 dari mereka dikonfirmasi terserang virus H1N1 dan 44 di antara mereka meninggal," kata Kamel.
"Itu hanya sejenis influenza musiman yang dampakanya lebih kuat pada orang yang memiliki resiko tinggi seperti penderita penyakit kronis, orang yang mengalami kemerosotan kekebalan tubuh, orang yang berusia lebih dari 65 tahun, anak-anak yang berusia di bawah dua tahun, perempuan hamil dan lain-lain," Kamel menjelaskan. Ia menyatakan 74 persen dari ke-44 orang yang meninggal adalah kasus serupa.
Ia juga membantah laporan bahwa sebagian dokter meninggal sewaktu mereka menangani pasien A/H1N1, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.
"Satu-satunya anggota tim medis yang belum lama ini meninggal akibat virus H1N1 adalah seorang perawat di satu rumah sakit di Gubernuran Qalioubiya di Kairo Utara," katanya.
Kamel juga kembali meyakinkan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki simpanan strategis Tamiflu, obat anti-virus H1N1. "Perusahaan farmasi kehabisan obat itu akibat kepanikan masyarakat, tapi obat itu tersedia buat setiap pasien secara gratis di rumah sakit Kementerian Kesehatan."
Penyakit tersebut mulai menyerang dengan gejalan seperti influenza, lalu mengalami kemajuan jadi radang paru-paru, dan dalam beberapa kasus, kegagalan organ.
Pemerintah Mesir membunuh sebanyak 300.000 babi pada 2009, ketika virus itu pertama kali menyebar di negara dengan penduduk paling padat di negara Arab tersebut.
Namun, juru bicara itu mengatakan pada Kamis penyakit tersebut tak memiliki hubungan dengan babi, tidak seperti yang diperkirakan banyak orang Mesir. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menjadi daerah asal longsor Maninjau, 54 warga mengungsi di pinggir jalan Kelok 42
06 January 2026 15:07 WIB
Berkendara di "Kelok Ampek Puluh Ampek" Sumbar, poros ikonik Danau Maninjau - Ngarai Sianok
24 September 2025 10:27 WIB
Menikmati Ngarai Sianok terkini , susuri juga Kelok 44 hingga Danau Maninjau
21 September 2025 20:00 WIB
PTBA lakukan program sosial dan bagi hadiah rayakan hari jadi ke-44 di Sawahlunto
28 April 2025 12:49 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018