PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Selasa (11/2), mengatakan ia telah menerima tanggapan positif dari para pemimpin dunia bagi konferensi tingkat tinggi perubahan iklim yang dijadwalkan 23 September di Markas PBB, New York. "Saya menerima banyak dukungan dan reaksi positif dari para pemimpin dunia" bagi pertemuan tingkat tinggi September, kata Ban kepada satu kelompok kecil koresponden yang berpusat di Markas PBB, New York. Ia menyampaikan harapan bahwa para pemimpin dunia akan memperlihatkan komitmen politik mereka bagi ambisi mengenai perubahan iklim. Sebagai bagian dari upaya global guna menggerakkan aksi global mengenai perubahan iklim, Sekretaris Jenderal PBB tersebut mengundang para kepala negara dan pemerintah bersama dengan pemimpin usaha, keuangan, masyarakat sipil dan pemimpin lokal untuk menghadiri pertemuan puncak perubahan iklim pada September. "Pertemuan perubahan iklim, yang akan saya selenggarakan pada 23 September, akan menjadi momen yang besar," kata pemimpin PBB itu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Ban telah mencatat perubahan iklim sebagai salah satu prioritasnya sejak ia memangku jabatan pada Januari 2007. Pertemuan tingkat tinggi itu, yang dijadwalkan dimulai sehari sebelum Sidang Majelis Umum PBB memulai debat tingkat tinggi tahunan, akan dipusatkan pada penyelesaian yang memperlihatkan bagaimana aksi dini dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang mendasar, kata para pejabat PBB. "Hampir di setiap tempat yang saya kunjungi, saya melihat dampak dari perubahan iklim dan saya akan terus memanfaatkan kunjungan resmi saya tahun ini untuk menyoroti keperluan mendesak untuk bertindak," kata Ban. Ban telah menggunakan kehadirannya dalam pembukaan Pertandingan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia, pekan lalu untuk menghimpun dukungan besar bagi pertemuan tingkat tinggi pada September, ketika ia bertemu dengan para pemimpin dunia. "Namun kita perlu ingat bahwa perubahan iklim juga adalah suatu kesempatan baik," katanya. "Pada Mei, Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) akan menyelenggarakan di Abu Dhabi satu pertemuan penting yang akan menyoroti manfaat dari dilakukannya peralihan ke ekonomi rendah karbon." Negara Teluk itu akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi dua-hari yang diluncurkan pada 4 Mei, untuk membangun momentum bagi aksi nyata yang akan diambil dalam pertemuan tingkat tinggi pada September. Pertemuan khusus tersebut akan diberi nama "Abu Dhabi Ascent" --yang diambil dari nama kota penyelenggara. Pertemuan itu akan dihadiri oleh para menteri serta pemimpin usaha, keuangan dan masyarakat sipil untuk secara bersama mengembangkan sejumlah usul bagi tindakan dan memutuskan cara negara mereka, sektor bisnis dan organisasi bisa menjadi lebih terlibgat dalam berbagai gagasan sehingga kemitraan dapat diperluas dan diperdalam guna meluncurkan aksi nyata dalam pertemuan puncak tersebut, kata para pejabat PBB. Pertemuan September akan diselenggarakan satu tahun sebelum semua negara bertujuan mengakhiri kesepakatan perubahan iklim global pada 2015, melalui Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim. Meskipun pertemuan tingkat tinggi perubahan iklim 2014 bukan bagian dari proses perundingan, semua negara telah mengakui nilainya. Pertemuan perubahan iklim PBB 2015 akan diselenggarakan di Paris, Prancis. "Pertemuan puncak September diperkirakan menjadi salah satu kesempatan terakhir bagi para pemimpin dunia untuk bertemu sebelum pertemuan mereka di Paris," kata Ban. (*/sun)