Mesir: Ikhwanul Muslimin Bentuk Sayap Militer
Senin, 10 Februari 2014 12:09 WIB
Kairo, (Antara/Reuters) - Mesir telah menuduh Ikhwanul Muslimin membentuk satu sayap militer untuk menyerang pasukan keamanan, tindakan yang mungkin akan meningkatkan tekanan terhadap kelompok yang sudah menghadapi tindakan keras itu.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri tampil di televisi untuk
mengumumkan bahwa satuan militer itu telah ditemukan, dan menunjuk 12 orang yang katanya sebagai anggota.
Ia mengatakan kelompok itu telah menembak mati lima petugas kepolisian bulan lalu di Provinsi Beni Suef.
Pemerintah Mesir telah menindak keras pada Ikhwanul Muslimin sejak panglima militer Marsekal Abdel Fattah al-Sisi menggulingkan Presiden Mohamed Moursi dari kubu Islam pada Juli.
Kelompok ini telah dicap sebagai kelompok teroris, dan pasukan keamanan telah menewaskan sekitar 1.000 anggotanya di jalan-jalan.
Ikhwanul Muslimin, yang mengatakan pihaknya bertentangan dengan
kekerasan, menuduh Sisi yang mementaskan kudeta dan merusak
demokrasi.
Televisi pemerintah menayangkan apa yang dikatakan pengakuan oleh salah satu anggota sayap militer. Dia ingat bertemu dengan seorang pria yang dia katakan telah menawarkan untuk mengajarkan dirinya dan orang-orang lain bagaimana menggunakan senjata.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah dukungan militer telah melakukan pelanggaran luas hak asasi manusia dan perbedaan pendapat. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari Subuh di Masjid Ikhwanul Muslimin, Hendri Septa : Kita Jaga dan Bekali Generasi Muda!
07 April 2024 19:47 WIB, 2024
Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi meninggal setelah pingsan di pengadilan Kairo
18 June 2019 7:15 WIB, 2019
Pengadilan Mesir Rekomendasikan Hukuman Mati Bagi 683 Pendukung Ikhwanul Muslimin
28 April 2014 16:12 WIB, 2014
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018