
Mesir: Dua Anggota Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Teluk

Kairo, (Antara/Reuters) - Arab Saudi dan Kuwait telah menangkap dua anggota Ikhwanul Muslimin Mesir atas permintaan Kairo karena melakukan kekerasan di Port Said sebelum melarikan diri ke luar negeri. Penangkapan ini adalah kasus pertama yang dilaporkan sekutu Teluk Mesir yang menahan anggota kelompok Islam itu atas namanya. Arab Saudi dan Kuwait adalah salah satu negara Teluk yang telahmemompakan miliaran dolar ke Mesir sejak tentara menggulingkanPresiden Mohamed Moursi dari kubu Islam Juli lalu menyusul aksi protes massa terhadap dirinya. "Kantor jaksa penuntut umum telah menerima pemberitahuan penangkapan Akram al-Shaer oleh Kerajaan Arab Saudi, dan tuduhan atas Mohamed al-Qabouti oleh negara Kuwait," kata kantor kejaksaan Mesir, Rabu. Orang-orang itu dituduh menghasut pembunuhan warga danpengumpulan massa untuk masuk ke kantor polisi dan menghancurkanproperti di kota Port Said pada tahun 2013, kata pernyataan itu. Mesir menuduh Ikhwan sebagai organisasi teroris pada Desember, meningkatkan tindakan keras negara pada kelompok itu. Ratusananggota dan pendukung kelompok tersebut telah tewas, dan ribuan lainnya, termasuk kepemimpinan gerakan, berada di penjara. Riyadh mengambil langkah yang sama untuk menyatakan kelompok itu organisasi teroris pada Jumat. Kuwait adalah rumah yang lebih terbuka bagi lingkungan politik yang dekat dengan Ikhwanul, namun belum menyatakan hal itu. Kedua negara telah mendukung pemerintah baru Mesir dan mengirimmiliaran dolar untuk membantu menopang ekonomi mereka. Shaer adalah kepala komite kesehatan di parlemen Mesirselama kepresidenan Moursi. Qabouti adalah anggota kurang dikenal dari kelompok itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
