Bentrokan Sudan Selatan Makin Desak Pengungsi ke Pangkalan PBB
Rabu, 29 Januari 2014 7:09 WIB
PBB, (Antara/AFP) - Pemerintah dan para pemberontak oposisi masih berjuang untuk mengendalikan bagian-bagian penting Sudan Selatan dan jumlah para pencari perlindungan di markas Perserikatan Bangsa Bangsa kian meningkat, kata PBB Selasa.
Misi PBB di Sudan Selatan telah melaporkan "keamanan memburuk" di
beberapa bagian negara kesatuan di mana terdapat fasilitas-fasilitas penting minyak, kata wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq kepada wartawan.
Haq mengatakan bentrokan-bentrokan "sporadis" masih dilaporkan terjadi antara pasukan Presiden Salva Kiir dan orang-orang mantan wakil presiden Riek Machar, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dari sebelum gencatan senjata yang dimulai pada Jumat.
"Misi telah menerima laporan tentang situasi keamanan yang memburuk di Kabupaten Koch dan Leer di negara bagian Negara Persatuan," kata Haq.
Sebuah kapal patroli UNMISS pergi ke kota Mayom, dekat ibu kota negara bagian persatuan Bentiu, dan "mengamati bahwa banyak bagian-bagian kota yang dibakar," kata juru bicara.
Haq mengatakan, jumlah orang yang berlindung di delapan kompleks PBB di seluruh negeri itu telah meningkat menjadi 79.000 dari 76.000 pada Selasa.
Separoh dari jumlah tersebut berada di dua kompleks PBB di ibu kota Juba.
Kelompok-kelompok bantuan mengatakan hingga 10.000 orang telah tewas dalam konflik antara pasukan yang setia kepada Kiir dan
Machar, yang meletus pada 15 Desember. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
bungkam Sudan 1-0, Nigeria musnahkan asa Guinea-Bissau dengan menang 2-0
20 January 2022 6:37 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018