Tanaman Jagung di Sumsel Puso Akibat Banjir
Selasa, 21 Januari 2014 16:11 WIB
Ilustrasi. (Antara)
Palembang, (Antara) - Tanaman jagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan mengalami puso akibat banjir yang terjadi di dua kabupaten tersebut.
Tanaman jagung yang terkena banjir di Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir seluas 125 ha, kata Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Selatan H Amran Anang didampingi Kasi Pelayanan Teknis, M Zuhri di Palembang, Selasa.
Menurut dia, tanaman jagung yang mengalami puso akibat banjir di Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir seluas 30 ha.
Selain di Kabupaten Ogan Komering Ilir tanaman jagung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) juga terkena banjir seluas delapan ha dan sebagian sudah puso, katanya.
Ia mengatakan, banjir yang terjadi sekarang juga merendam tanaman lainnya di Kabupaten OKUT yakni tanaman pepaya dan jeruk.
Khusus untuk tanaman pepaya ini berada di Kecamatan Cempaka, OKUT yang terkena banjir sebanyak 79.075 batang dan yang puso 73.500 batang, katanya.
Ia menyatakan, untuk tanaman pepaya ini kalau terkena banjir biasanya puso, karena akarnya terendam air.
Kemudian kalau untuk tanaman jeruk yang terkena banjir di OKUT sebanyak 27.525 batang, belum ada yang puso.
Akan tetapi, bila sampai seminggu lagi tanaman jeruk ini masih terendam air maka dikhawatirkan bakal membusuk, katanya.
Selain tanaman itu, tanaman padi juga sudah ada yang mengalami puso akibat banjir yang terjadi di Sumsel, tuturnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Pasaman Barat targetkan menanam jagung seluas 10 hektare pada kuartal IV
09 October 2025 15:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018