Kelompok Oposisi Suriah Terpecah Menjelang Perundingan Damai
Selasa, 21 Januari 2014 11:26 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Kelompok oposisi utama Suriah pada Senin malam menyatakan kesediaan untuk mengikuti perundingan damai pada pekan ini setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membatalkan undangannya kepada Iran--yang merupakan negara sekutu utama rezim Presiden Bashar al Assad.
Meskipun demikian kelompok oposisi besar Suriah lainnya di pengasingan, Dewan Nasional Suriah (SNC) justru menyatakan akan keluar dari koalisi nasional Suriah sebagai bentuk protes atas perundingan damai Jenewa II.
SNC menyatakan bahwa keterlibatan dalam perundingan damai di Jenewa berarti mengingkari "komitmen" untuk tidak melakukan nogosiasi selama Bashar masih berkuasa.
Sebelumnya Koalisi Nasional Suriah dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa mereka "menyambut baik keputusan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang membatalkan undangan kepada Iran, mengingat Iran tidak memenuhi pra-syarat untuk terlibat dalam konferensi perundingan damai Jenewa II."
Dalam pernyataan itu, disampaikan bahwa mereka "bersedia untuk berpartisipasi" dalam perundingan yang bertujuan untuk mencapai "transisi politik." Sampai sejauh ini, kelompok tersebut masih bersikeras bahwa Presiden Bashar harus mundur dari jabatannya.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon secara mendadak mengeluarkan Iran dari perundingan damai yang akan dilangsungkan pada pekan ini di Swiss setelah negara tersebut menolak untuk menyatakan mendukung dibentuknya pemerintah transisional sebagai cara mengakhiri perang saudara di Suriah.
Keputusan pencabutan undangan untuk Iran tersebut diambil kurang dari 24 jam setelah undangan dikirimkan.
Ban mengambil keputusan tersebut setelah didesak oleh kelompok oposisi Suriah dan Amerika Serikat yang meminta undangan dibatalkan jika Iran tidak mendukung deklarasi Suriah yang diputuskan oleh sejumlah negara besar di Jenewa pada 2012 lalu.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Han Dong-hoon, Ketua partai berkuasa Korea Selatan, mengundurkan diri
16 December 2024 13:43 WIB, 2024
Partai oposisi Korsel sebut pemakzulan Yoon sebagai kemenangan rakyat
14 December 2024 18:50 WIB, 2024
Pemimpin oposisi Kamboja divonis 27 tahun penjara karena tuduhan pengkhianatan
03 March 2023 13:52 WIB, 2023
Oposisi Israel umumkan pemerintahan baru, siap gulingkan Perdana Menteri Netanyahu
03 June 2021 10:13 WIB, 2021
Tokoh partai pendukung Tun Mahathir bertemu oposisi, ini yang dibahas
24 February 2020 6:19 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018