Tanzania Didesak Selamatkan Masyarakat Hadzabe
Senin, 26 November 2012 9:35 WIB
Arusah, Tanzania, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Tanzania dan negara lain Afrika telah didesak agar melakukan tindakan sungguh-sungguh guna menyelamatkan masyarakat asli, seperti Hadzabe --yang berada di ambang kepunahan.
Presiden Kelompok Kerja bagi Rakyat Asli Komisi Afrika mengenai Hak Asasi Manusia dan Hak Asasi Rakyat (ACHPR) Soyata Maiga mengeluarkan pernyataan itu, Ahad (25/11), di Arusha, Ibu Kota Safari Tanzania utara, tempat ia menghadiri peluncuran resmi film tentang hak suku asli di Afrika.
Hadzabe termasuk di antara sedikit kelompok suku yang biasanya dikenal sebagai "orang semak" karena penolakan mereka berbaur dengan permukiman semi-kota dan pertanian di dekat mereka.
Suku lain yang sama dengan mereka adalah kelompok Khoisan di Kalahari --yang membentang di Namibia sampai ke dalam wilayah Botswana-- dan beberapa daerah kantung lain di sepanjang Danau Eyasi di bagian utara Tanzania.
Kebudayaan Hadzabe telah terbukti ulet terhadap semua cara hidup yang menjauhkan diri dan pelanggaran barat, padahal suku yang dulu kokoh --Maasai-- akhirnya mulai kalah, atau kehilangan semua kecuali jangkar kokoh tradisional mereka. Secara keseluruhan, suku Hadzabe berjumlah tak lebih dari 1.500 orang di daerah kantung mereka, Yaeda Chini.
Maiga menyampaikan keprihatinan mengenai bahaya yang dihadapi suku asli di benua tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin. Ia menggambarkan situasi itu disebabkan oleh kegagalan sebagian negara untuk memberlakukan hukum dan kebijakan yang bersahabat dengan masyarakat semacam itu.
Menurut Maiga, masyarakat dan orang asli di Afrika menderita akibat sejumlah pelanggaran hak asasi manusia khusus yang seringkali bersifat kolektif. Menurut Piagam Afrika, itu adalah instrumen penting untuk mendorong dan melindungi hak bagian penting dalam masyaraka Afrika.
Ia menyeru semua negara agar mengakui peran masyarakat minoritas di negara mereka masing-masing.
Di Tanzania, jumlah orang Hadzabe dilaporkan merosot akibat sejumlah tantangan, termasuk perubahan iklim. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi didesak usut tuntas kasus pembunuhan gadis penjual gorengan
20 September 2024 13:05 WIB, 2024
UMNO tarik dukungan ke PM Muhyiddin Yasin, desak mundur secara terhormat
08 July 2021 7:49 WIB, 2021
Transfer musim panas, City dan United didesak untuk tarik Lionel Messi dari Barca
17 August 2020 6:01 WIB, 2020
LPSK didesak proaktif dampingi saksi mahasiswa tewas tertembak di Kendari
15 October 2019 6:07 WIB, 2019
Pasca-kerusuhan, Presiden Jokowi didesak bangun kembali Wamena Papua
03 October 2019 14:32 WIB, 2019
Tabrakan maut Cipularang - KNKT didesak selidiki tabrakan beruntun Cipularang
02 September 2019 14:43 WIB, 2019
Jaksa Agung didesak ajukan peradilan umum anggota TNI diduga pelaku rasialisme mahasiswa Papua
28 August 2019 18:20 WIB, 2019
Pasca OTT Dirkeu AP II, Pemerintah didesak evaluasi perekrutan direksi BUMN
01 August 2019 8:55 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018