Menkokesra Minta Percepatan Pembersihan Lumpur Pascabanjir Manado
Sabtu, 18 Januari 2014 22:11 WIB
Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono meminta semua instansi terkait untuk melakukan percepatan pembersihan lumpur pascabanjir Manado dan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara lainnya agar mobilitas masyarakat bisa kembali pulih.
"Saya juga meminta bantuan Pangdam Wirabuana untuk membantu percepatan pembersihan lumpur pascabanjir," kata Menkokesra Agung Laksono melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.
Siaran pers tersebut disampaikan melalui Humas Kemenkokesra terkait peninjauan lokasi banjir di Sulawesi Utara.
Menko Kesra Agung Laksono berkunjung ke lokasi banjir bandang di Kelurahan Ranotana Weru, kecamatan Wanea, Manado, Sabtu.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kata Agung, terus melakukan koordinasi untuk menanggulangi bencana banjir di Kota Manado, Sulawesi Utara selama masa tanggap darurat.
Koordinasi tersebut tidak sebatas penanganan pengungsi, tetapi juga terkait dengan penanganan kerusakan infrastruktur yang ada.
"Kita sudah kirim bantuan dana dan logistik. Juga perahu karet, tenda, obat-obatan, dan sebagainya," katanya.
Menurut dia, meski ini merupakan bencana daerah, pemerintah pusat tetap memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama mengatasi dan menanggulanginya.
Hanya saja, perlu ada koordinasi dengan pemerintah daerah agar bentuk bantuan yang dikirim pemerintah pusat sifatnya tidak tumpang-tindih dengan bantuan yang sudah disalurkan oleh pemerintah daerah.
Agung mengakui bahwa banjir bandang yang melanda Kota Manado tak lepas dari tingginya curah hujan dan menyempitnya sungai. Akibatnya, banjir yang menerjang 12 kecamatan pada tanggal 15 Januari 2014 hampir menyerupai tsunami.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manado, diketahui bahwa 18 warga meninggal dunia, 27 orang dirawat inap dengan luka serius, dan 706 jiwa lainnya rawat jalan.
Lalu, sebanyak 2.000 warga kini tinggal dipengungsian. Mereka adalah warga dari Kecamatan Singkil, Tikala, Paal Dua, Bunaken Daratan, Wanea, dan Malalayang.
Selain itu, ada sekitar 80.000 jiwa yang terkena dampak dari bencana di Sulawesi Utara tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018