Demonstran Anti-Erdogan Turun ke Jalan
Minggu, 12 Januari 2014 0:46 WIB
Ankara, (Antara/AFP) - Puluhan ribu demonstran turun di jalan-jalan ibu kota Turki, Ankara, Sabtu, untuk memprotes pemerintah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, yang digoyang oleh satu penyelidikan korupsi.
Ketika Erdogan tiba di Ankara setelah kunjungan sepekan ke Asia, sekitar 20.000 pemrotes yang berkumpul di Taman Shhiye menerakkan "revolusi ini akan membersihkan sampah ini" dan "mereka adalah pencuri".
Sejumlah pemrotes juga membagi-bagikan dolar palsu dengan foto Erdogan pada uang itu.
Skandal korupsi melibatkan sekutu-sekutu dekat Erdogan melanda pemerintahnya antara lain para pejabat penting, dan menimbulkan tantangan terbesar pada pemerintah 11 tahunnya.
Skandal itu muncul pada 17 Desember, ketika beberapa tokoh publik termasuk para pengusaha terkenal dan putra-putra tiga menteri, ditahan atas tuduhan-tuduhan suap bagi pembangunan proyek-proyek serta transfer uang gelap ke Iran yang terkena sanksi-sanksi internasional itu.
Penahanan itu memaksa dilakukan satu perombakan kabinet setelah tiga menteri terkait mengundurkan diri, perdana menteri itu menanggapi dengan marah pada penyelidikan itu, menyebutnya satu "komplotan kotor" untuk mendiskredit pemerintahnya.
Ia memecat ratusan komandan polisi dalam satu pembersihan besar-besaran dan mengekang kekuasaan pengadilan.
Pemeritnah Ergogan, yang berkuasa sejak tahun 2002, menuduh para pendukung ulama Fethullah Gulen yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, yang memiliki pengaruh besar dalam polisi dan pengadilan, menghasut dilakukan penyelidikan korupsi.
Lami Ozgen, salah seorang pemimpin protes mengatakan skandal itu menyoroti wajah sesungguh pemerintah dan gerakan Gulen.
Gulen adalah seorang pendukung penting partai AKP yang berkuasa ketika pertama kali berkuasa tahun 2002.
Tetapi kedua tokoh itu pecah setelah pemerintah menutup satu jaringan sekolah swasta yang dikelola oleh gerakan itu.
"Kami tidak akan menjadi penonton semata terhadap pergolakan kekuasaan ini, karena mereka memakan gaji kami dan masa depan anak-anak kami." kata Ozgen.
Gulen, yang meninggalkan Turki menuju AS tahun 1999 setelah dituduh bersekongkol untuk membentuk satu negara Islam, membantah terlibat dalam penyelidikan korupsi itu.
Parlemen mulai Jumat membahas perubahan-perubahan yang diusulkan AKP yang ditolak badan pengadilan sebagai tidak konstitusional dan menimbulkan kecaman dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Erdogan mengecam satu "kudeta judisial" menuduh para jaksa yang menangani kasus itu bersekongkol untuk merusak dia dan pemerintahnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Pasaman bentuk Kampung Tangguh anti Narkoba di nagari tekan kasus Narkotika
20 September 2025 15:34 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018